paradapos.com - Dalam ajang debat Cawapres 2024, terjadi pertarungan gagasan antara dua kandidat, Gibran dan Muhaimin, yang menyoroti perbedaan pendapat mengenai pembangunan di Indonesia.
Fokus perdebatan meliputi keberhasilan Gibran dalam pembangunan di Solo dan tantangan meratakan pembangunan di seluruh Indonesia.
Gibran, seorang Walikota dan pengusaha sukses, berbagi kunci kesuksesan yang ia rasakan perlu ditiru oleh daerah lain.
Poin utamanya adalah meratakan pembangunan di luar pulau Jawa, serta menekankan pentingnya dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat dari proyek-proyek yang telah dilakukan di Solo.
Gibran menekankan bahwa pembangunan tidak hanya terfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga perlu menghasilkan dampak positif yang nyata dalam kehidupan masyarakat.
Sebaliknya, Muhaimin menyoroti disparitas investasi antar daerah sebagai fokusnya. Ia menekankan perlunya alokasi dana nasional yang lebih adil serta pentingnya pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Gibran menegaskan pentingnya persiapan teknis dan non-teknis serta kolaborasi lintas sektor dalam meraih proyek-proyek besar.
Artikel Terkait
Polisi Tabrak 4 Motor di Asahan dan Kabur Dikejar Massa: Kronologi Lengkap
Ressa Rizky Rossano Gugat Denada: Klaim Anak Kandung & Tuntut Ganti Rugi Miliaran Atas Penelantaran
Eggi Sudjana dan Fenomena Pengkhianatan Politik: Analisis Sejarah & Karakter Bangsa
Viral Petugas Kemenhub Dituding Pungli Rp150 Ribu ke Mobil Bantuan Aceh, Ini Fakta dan Bantahannya