Polres Ponorogo Operasikan Kacamata Pintar dan ETLE Handheld untuk Tindak Pelanggar Tanpa Helm

- Selasa, 19 Mei 2026 | 08:50 WIB
Polres Ponorogo Operasikan Kacamata Pintar dan ETLE Handheld untuk Tindak Pelanggar Tanpa Helm
PARADAPOS.COM - Satlantas Polres Ponorogo resmi mengoperasikan kacamata pintar (smart glasses) dan ETLE Handheld untuk menindak pelanggaran lalu lintas secara elektronik. Langkah ini menyasar pengendara yang tidak menggunakan helm, yang masih mendominasi angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah tersebut. Kepala Satlantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma, mengungkapkan bahwa teknologi ini menjadi bagian dari pengembangan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di lapangan.

Integrasi Teknologi dalam Patroli Harian

Dalam praktiknya, petugas tidak hanya mengandalkan kacamata pintar saat berpatroli. Mereka juga memanfaatkan ETLE Handheld melalui perangkat telepon genggam yang telah terintegrasi langsung dengan sistem tilang elektronik. Perangkat ini memungkinkan perekaman pelanggaran di jalan raya hingga ke kawasan pedesaan. “Anggota menggunakan smart glasses saat patroli dan bisa langsung melakukan penindakan pelanggaran,” kata Dewo, Selasa, 19 Mei 2026.

Proses Tilang yang Lebih Cepat dan Tepat

Salah satu keunggulan sistem ini adalah fleksibilitasnya dalam proses administrasi. Surat konfirmasi tilang dapat langsung dicetak di lokasi kejadian atau dikirimkan ke alamat pelanggar. Hal ini mempercepat proses penindakan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pengendara yang melanggar. “Keduanya bisa digunakan untuk mencetak surat konfirmasi. Pelanggaran yang paling banyak ditemukan masih pengendara yang tidak menggunakan helm,” ujarnya.

Fokus pada Titik Rawan dan Keselamatan

Menurut Dewo, pelanggaran penggunaan helm masih menjadi faktor utama tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Ponorogo. Oleh karena itu, penerapan ETLE dilakukan secara masif dan tidak terbatas pada kawasan perkotaan. Petugas juga menyasar titik-titik rawan pelanggaran di wilayah pinggiran. “Penindakan dilakukan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Lokasi dan waktunya menyesuaikan titik rawan pelanggaran,” ungkapnya. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan helm saat berkendara, termasuk untuk perjalanan jarak dekat. “Banyak kecelakaan terjadi karena pengendara tidak menggunakan helm. Kesadaran keselamatan harus dimulai dari diri sendiri,” tuturnya. Di lapangan, suasana patroli terlihat lebih terstruktur dengan adanya perangkat ini. Petugas tidak lagi hanya mengandalkan pengamatan mata telanjang, melainkan memiliki bukti visual yang terekam secara otomatis. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran sekaligus meningkatkan kesadaran berlalu lintas di kalangan masyarakat Ponorogo.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar