Menkeu Purbaya Berangkat Haji di Tengah Rupiah Tembus Rp17.684, Akan Doakan Pemulihan Ekonomi

- Selasa, 19 Mei 2026 | 08:50 WIB
Menkeu Purbaya Berangkat Haji di Tengah Rupiah Tembus Rp17.684, Akan Doakan Pemulihan Ekonomi
PARADAPOS.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap berangkat ke Tanah Suci pada Kamis, 21 Mei 2026, di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang semakin dalam. Ia berencana memanfaatkan ibadah haji ini untuk memanjatkan doa khusus bagi pemulihan ekonomi Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan usai mengikuti rapat terbatas bidang ekonomi bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Senin (19/5). “Kamis (21/5), kalau nggak ada halangan,” ujarnya singkat kepada wartawan.

Persiapan Haji dan Doa untuk Negeri

Persiapan keberangkatan, menurut Purbaya, sudah ia lakukan sejak dua pekan terakhir. Ia bahkan sempat belajar doa-doa yang diperlukan. “Persiapan haji sudah dua minggu lalu, sudah belajar doa-doanya, masih lupa juga,” katanya sambil tersenyum. Ia memperkirakan rangkaian ibadah akan berlangsung sekitar sepuluh hari. Di sela-sela menjalankan rukun Islam kelima, Purbaya berencana menyempatkan diri berdoa agar perekonomian nasional tumbuh lebih cepat. Harapannya, manfaat pertumbuhan itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Ia optimistis, dengan strategi yang tepat dan peran aktif sektor swasta sebagai motor penggerak, ekonomi Indonesia bisa semakin kokoh.

Rupiah Terpuruk, Pemerintah Bergerak

Pernyataan Purbaya muncul di saat rupiah terus berada dalam tekanan. Berdasarkan data Bloomberg hingga Senin pukul 13.00 WIB, nilai tukar rupiah menyentuh level Rp17.684 per dolar AS. Pekan sebelumnya, mata uang Garuda masih bertahan di kisaran Rp17.596 per dolar AS. Pelemahan kumulatif sejak awal pekan tercatat mencapai 5,92 persen. Di sejumlah bank nasional, harga jual dolar AS bahkan bergerak di rentang Rp17.675 hingga Rp17.810 per dolar AS. Meski situasi pasar sedang tidak menentu, Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih solid. Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026 yang mencapai 5,61 persen. Angka ini, jelasnya, tidak hanya ditopang belanja pemerintah, tetapi juga konsumsi masyarakat yang menunjukkan daya beli masih cukup baik. Pemerintah dan Bank Indonesia, lanjut Purbaya, terus berkoordinasi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Salah satu langkah yang mulai ditempuh adalah masuk secara bertahap ke pasar obligasi. “Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” ungkapnya.

Skema Stabilisasi dan Harapan ke Depan

Selain intervensi langsung, pemerintah juga menyiapkan skema Dana Stabilisasi Obligasi atau Bond Stabilization Fund. Purbaya meminta agar sekitar Rp2 triliun setiap hari dialirkan ke pasar obligasi melalui cash management yang tersedia. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan sentimen positif dan mendorong investor asing kembali masuk ke pasar domestik. Rapat ekonomi yang dihadiri Purbaya bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi Rosan Roeslani, serta Gubernur BI Perry Warjiyo, menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global. Keberangkatan Menkeu di tengah tantangan ekonomi tentu menjadi sorotan. Namun, Purbaya menunjukkan sikap tenang dan tetap fokus pada tugas negara. Ia memilih memanfaatkan ibadah haji sebagai momen spiritual untuk mendukung pemulihan ekonomi RI. Semoga doa di Tanah Suci membawa berkah bagi stabilitas rupiah dan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar