Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan kesiapannya untuk berkantor di mana saja, termasuk di Papua.
"Kalau saya, bisa berkantor di mana saja, bisa di Jakarta di Kebon Sirih, bisa. Di IKN kalau nanti Desember sudah jadi. Bisa di Papua, bisa juga di Klaten, Jawa Tengah," kata Gibran seperti dikutip redaksi, Kamis 10 Juli 2025.
Rencana penugasan Gibran ke Papua mencuat usai Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra membocorkan Presiden Prabowo Subianto memberikan tugas khusus kepada Wapres.
Gibran menuturkan, sebagai pembantu presiden, dia siap mengikuti segala perintah Prabowo.
Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi itu mengungkap salah satu tugas pembantu presiden adalah berdialog dengan warga di banyak daerah.
"Harus sering berdialog dengan pelaku-pelaku usaha seperti tadi, menerima masukan, menerima kritikan, evaluasi, apapun yang terjadi bisa berkantor di mana saja, bisa bertemu dengan warga, itu yang paling penting," tandas Gibran.
Kabar Gibran Rakabuming Raka bakal bertugas di Papua mendadak ramai dibicarakan. Meskipun belakangan isu tersebut dibantah sejumlah menteri.
Menko Yusril Ihza Mahendra meluruskan bahwa yang berkantor di Papua adalah Sekretariat Badan Percepatan Pembangunan Otsus Papua bentukan Presiden Prabowo, bukan Wapres Gibran.
Sumber: rmol
Foto: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka/RMOL
Artikel Terkait
Harga Pertamax Rp 16.250 per Liter, Sekretaris Kabinet Sebut Masih Termurah di Asia Tenggara
Kejagung Belum Pastikan Status Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil Usai Demo, Duga Ada Upaya Intimidasi
Sekretaris Kabinet: Harga Pertamax Masih Termurah di Asia Tenggara, Kecuali Malaysia