Pidato ini jelas ditujukan untuk membakar semangat nasionalisme dan mendorong adanya rekonsiliasi politik demi fokus membangun negara dan mengelola sumber daya alam secara mandiri.
Namun, pesan persatuan tersebut tampaknya tenggelam oleh pernyataan awalnya yang kontroversial.
Netizen dengan cepat menangkap ironi dalam pidato tersebut.
Sebagai pemimpin tertinggi negara saat ini, pernyataan Prabowo tentang "pemimpin yang tidak pandai" dianggap oleh banyak orang sebagai sebuah autokritik atau kritik terhadap dirinya sendiri.
Kolom komentar di berbagai platform media sosial pun dibanjiri oleh respons jenaka yang menyindir sang Presiden.
“Dia lupa sdh jadi pemimpin, mlh msh kritik.. apa dia anggap pemimpinnya msh jkwi? (emoji ketawa),” ungkap akun mrno*.
“Presiden mengkritik prabowo subianto (emoji ketawa),” cuit se*.s**.
“Pak Prabowo sedang kritik Pak Subiyanto,” imbuh yffi*.
“Subianto mengkritik prabowo (emoji tepuk tangan 3x),” timpal ha15*.
“Prabowo sedang curhat mengenai sosok subiyanto,” kata akun yuri*.
👇
Sumber: Suara
Artikel Terkait
KSPI dan Partai Buruh Tolak Penghapusan Pilkada Langsung, Khawatirkan Upah Buruh Tertekan
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Fakta, Sindiran Yudo Sadewa, dan Kekayaan
Khairun Nisya Dapat Beasiswa Pramugari Gratis dari Aeronef Academy Usai Viral