Malam mencekam terjadi di Jakarta Timur. Markas Kepolisian Resor Jakarta Timur (Polres) menjadi sasaran amuk massa yang brutal pada Sabtu (30/8/2025) dini hari. Markas polisi ini dilempari bom molotov dan petasan, mengakibatkan tujuh kendaraan, termasuk sebuah ambulans, ludes terbakar.
Serangan yang tampak terkoordinasi ini mengubah sejumlah titik di Jakarta Timur menjadi zona merah yang mencekam.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal, mengatakan massa tak henti-hentinya melemparkan bom molotov hingga api sulit dikendalikan.
"(Kebakaran) Agak merembet karena dilempar dengan molotov dan petasan. Molotov berkali-kali, hampir 100 kali sampai kita padamkan terus. Petasan juga, lempar batu juga," ujar Alfian saat dikonfirmasi wartawan.
Akibat 'hujan' molotov tersebut, tujuh kendaraan yang terparkir di sekitar Mapolres hangus terbakar. Yang lebih memilukan, salah satu kendaraan yang menjadi korban adalah sebuah ambulans.
"Mobilnya yang dibakar, 2 truk, 1 ambulans, 1 Kijang pick up, 1 elf, 2 double cabin," ungkap Alfian.
Bukan Serangan Tunggal, 5 Polsek Ikut Jadi Sasaran
Alfian menegaskan bahwa serangan ini bukanlah insiden tunggal yang terisolasi. Dalam waktu yang hampir bersamaan, lima kantor Polsek di bawah wilayah hukumnya juga dilaporkan menjadi target serangan serupa.
Kelima Polsek tersebut adalah:
- Polsek Matraman
- Polsek Makasar
- Polsek Ciracas
- Polsek Jatinegara
- Polsek Cipayung
Fakta ini mengindikasikan adanya sebuah gerakan massa yang terorganisir dan seolah memiliki target jelas; melumpuhkan fasilitas kepolisian di Jakarta Timur.
Di tengah upaya pemadaman api dan pembubaran massa, polisi menangkap satu orang yang diduga menjadi salah satu pelaku atau provokator penyerangan.
“Sudah kami amankan satu orang. Masih berupaya memadamkan,” ucap Alfian.
Ia menyebut masih ada beberapa titik kerusuhan yang coba ditangani, dan seluruh jajaran kepolisian di Jakarta Timur kini dalam status siaga satu untuk mengendalikan situasi yang masih panas.
Sumber: suara
Foto: Massa saat menggelar aksi di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat (29/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Artikel Terkait
Kejagung Belum Pastikan Status Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya
Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Bawah Mobil Usai Demo, Duga Ada Upaya Intimidasi
Sekretaris Kabinet: Harga Pertamax Masih Termurah di Asia Tenggara, Kecuali Malaysia
Pengamat Peringatkan Potensi Gejolak Sosial seperti 1998 Jika Pemerintah Tak Segera Benahi Ekonomi