Seorang driver Gojek dikenali sebagai figur media sosial dengan nama panggung "DJ Ubur Ubur Ikan Lele", yang sebelumnya pernah berfoto dengan Gibran.
Driver lain dari aplikator berbeda juga diidentifikasi sebagai sosok yang memiliki profesi lain dan bukan sekadar driver ojol biasa.
Semua temuan ini, yang disajikan dengan bukti-bukti foto dan tangkapan layar, memperkuat satu narasi di benak publik: pertemuan ini adalah sebuah rekayasa atau gimmick politik.
👉 Dokumentasi di Akhir Artikel
Blunder ini mengubah total persepsi publik.
Momen yang seharusnya membangun citra Gibran sebagai pemimpin yang merakyat dan mau mendengar, justru berbalik menjadi bukti ketidakotentikan. Publik merasa dibohongi dan diremehkan.
Insiden "Ojol Sultan" ini menjadi pelajaran mahal bagi setiap politisi di era digital: jangan pernah meremehkan kekuatan investigasi kolektif dari "Netizen Konoha".
Karena di zaman sekarang, tidak ada detail sekecil apa pun yang bisa disembunyikan dari pengawasan publik.
Bagaimana menurut Anda?
Apakah ini murni sebuah kebetulan, atau bukti nyata adanya rekayasa untuk membangun citra?
👇👇
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap
Indonesia dalam Dewan Perdamaian AS-Israel: Langgar Prinsip Bebas Aktif?
Satpam SMP di Luwu Utara Dihajar Murid: Kronologi Lengkap & Fakta Polisi
Fakta Kasus Es Gabus Viral: Hasil Lab Bantah Tuduhan Spons, Polisi Minta Maaf