Ia menambahkan, “Jika mafia ini dibiarkan, negara akan kehilangan dua hal sekaligus: uang dan kedaulatan ekonomi. Mustahil bicara industrialisasi jika industri dasar seperti baja dan tekstil justru dikendalikan mafia.”
Sebagai solusi, Mulyanto menekankan pentingnya audit lintas instansi untuk membongkar jaringan mafia secara komprehensif, mulai dari importir, oknum di bea cukai, hingga perusahaan penerima manfaat.
Ia juga mengusulkan pembentukan Satuan Tugas Gabungan Anti-Mafia Impor yang dikoordinir langsung oleh Presiden. Hal ini dinilai penting agar pemberantasan mafia impor tidak berhenti hanya pada wacana, tetapi benar-benar tuntas.
“Kami mendukung langkah Menkeu, namun harus ada mekanisme permanen dan terukur. Jangan hanya gebrakan sesaat. Negara harus menunjukkan bahwa mafia tidak lagi bisa membeli perlindungan,” tandasnya.
Sumber: https://rmol.id/read/2025/10/24/684247/purbaya-ditantang-tindak-tegas-mafia-baja-dan-tekstil-
Artikel Terkait
TNI Beri Bantuan Kulkas dan Kasur ke Pedagang Es Gabus, Babinsa Pelapor Dihukum
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan, 1 Luka Serius
SP3 Kasus Ijazah Eggi Sudjana: Restorative Justice atau Pengalihan Isu?
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Terkini