Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta kader Partai Golkar untuk menghentikan pelaporan akun pembuat meme yang dianggap menghina dirinya ke Bareskrim Polri. Bahlil menegaskan bahwa dirinya telah memaafkan pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan dan penyebaran meme tersebut.
Permintaan ini disampaikan Bahlil di Kompleks Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 24 Oktober 2025. Ia berencana untuk berkoordinasi dengan Sekjen partai untuk memanggil dan meminta para kadernya menghentikan proses hukum yang sedang berjalan, terlebih setelah ada permintaan maaf dari pihak terkait.
Bahlil menekankan bahwa sikap memaafkan adalah hal yang utama dan lebih baik daripada memperpanjang persoalan. Ia mengingatkan bahwa manusia tidak seharusnya melebihi kodrat ilahi dalam hal memaafkan kesalahan orang lain.
Mengenai laporan yang dibuat oleh organisasi sayap Golkar, Bahlil mengaku tidak mengetahuinya. Ia menyatakan bahwa kritik terhadap kebijakan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, selama tidak menyerang ranah pribadi atau mengandung unsur rasisme. Ia menambahkan pentingnya menjaga standar etika dalam berdemokrasi.
Sebelumnya, sejumlah kader dari organisasi sayap Partai Golkar, seperti Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), telah melaporkan sekitar 30 akun media sosial ke Bareskrim Polri atas dugaan pembuatan dan penyebaran meme yang dianggap menghina Menteri Bahlil.
Artikel Terkait
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Seluruh Aset Sitaan Dikembalikan
Menko Polkam Tegaskan Tindakan Hukum Tegas untuk Penginjakan Garuda, Pengibaran Bendera GAM, dan Kericuhan Demo Papua
Gempa M 7,7 di NTT Tewaskan 47 Orang, 5.434 Warga Mengungsi
Wacana Cetak Ulang Buku Pelajaran Menuai Kritik: Ekonom Soroti Pemborosan Anggaran dan Nasib Buku Sekolah Elektronik