Rocky Gerung Sebut Survei Gibran Terlalu Indah untuk Dipercaya: Peluang Duaan dengan Prabowo Habis?

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 10:50 WIB
Rocky Gerung Sebut Survei Gibran Terlalu Indah untuk Dipercaya: Peluang Duaan dengan Prabowo Habis?

Pengamat politik Rocky Gerung mempertanyakan hasil survei Poltracking Indonesia yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 71,4 persen. Rocky menilai angka ini terlalu tinggi dan tidak realistis, terutama karena hanya selisih 6,6 persen dari tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang berada di angka 78 persen.

Rocky Gerung menyatakan, "Kalau Gibran didempetkan pada Prabowo lalu dianggap punya prestasi yang sama, itu terlalu mengada-ada." Ia bahkan menyebut hasil survei tersebut "terlalu indah untuk dipercaya" dan menduga adanya upaya sistematis untuk menjaga citra politik Gibran menuju Pilpres 2029.

Sebagai perbandingan, Rocky menyoroti hasil survei dari lembaga lain seperti Celios dan Indonesian Political Opinion (IPO) yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Gibran jauh lebih rendah, masing-masing hanya 3 dari 10 responden dan 29 persen. "Kalau jarak antara dua lembaga survei itu sudah langit dan bumi, pasti ada satu yang berbohong," tegasnya.

Lebih lanjut, Rocky menilai lonjakan elektabilitas Gibran merupakan bagian dari strategi politik untuk mempertahankan pengaruh keluarga Jokowi pasca-2024. Namun ia memastikan bahwa Prabowo tidak akan kembali menggandeng Gibran sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2029.

"Gerindra punya banyak kader potensial yang bisa disiapkan menjadi pendamping Prabowo atau penerus kepemimpinannya pada 2029," ujar Rocky. Ia juga menyebutkan sejumlah figur baru yang berpotensi mewarnai bursa Pilpres 2029, seperti Dedi Mulyadi, Purbaya Yudhi Sadewa, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Anies Baswedan.

Sumber: https://www.konteks.co.id/nasional/1631717924/rocky-gerung-hasil-survei-gibran-terlalu-indah-untuk-dipercaya-tak-mungkin-digandeng-prabowo-lagi?page=2

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar