Ulama Desak Menag Pecat Ainul Yakin Usai Ancaman Gorok Leher
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mendesak Menteri Agama Nasaruddin Umar untuk segera memecat Muhammad Ainul Yakin dari posisinya sebagai Staf Ahli Menteri Agama. Desakan ini disampaikan menanggapi pernyataan kontroversial Ainul Yakin yang mengancam akan menggorok leher karyawan Trans 7.
"Saya kira atas nama moralitas dan tanggung jawab serta stabilitas nasional, Prof Nasaruddin patut mencopot yang bersangkutan," tegas Habib Syakur.
Ancaman Kekerasan Tidak Dibenarkan
Habib Syakur menegaskan bahwa segala bentuk ancaman kekerasan, apapun alasannya, adalah tindakan yang tidak dapat diterima. Menurutnya, masyarakat tidak boleh menormalisasi ucapan-ucapan yang mengandung unsur teror.
"Apapun alasannya sangat tidak bisa dibenarkan, kita jangan menormalisasi ucapan-ucapan teror semacam itu," ujarnya.
Pentingnya Menjaga Marwah Organisasi
Dalam tradisi pesantren, para santri selalu diajarkan untuk berucap baik dan bermanfaat. Seorang yang mengklaim sebagai santri dan kader Nahdliyyin harus mampu menjaga perbuatan dan lisannya, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk menjaga marwah kelompok dan organisasi.
"Terkadang rusaknya wajah santri dan NU tidak selalu diakibatkan oleh pihak luar, tak jarang justru disebarkan oleh kelakuan orang yang mengaku santri dan kader NU," pungkas Habib Syakur.
Kronologi Ancaman Gorok Leher
Insiden ini berawal ketika Ketua PW GP Ansor DKI Jakarta Muhammad Ainul Yakin memimpin demonstrasi di gedung Trans TV sebagai bentuk protes terhadap konten program Xpose Unsensored. Dalam orasinya, Ainul Yakin menyampaikan ancaman eksplisit kepada karyawan Trans 7.
"Jangan sampai kader-kader Banser menggorok leher kalian seperti anak Banser menggorok PKI," ucap Ainul Yakin yang disambut sorak setuju peserta aksi. Ia menambahkan, "Halal darah kalian apabila kalian mengolok-olok ulama nahdlatul ulama."
Pernyataan kontroversial ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk kalangan ulama yang menilai tindakan tersebut telah melampaui batas dan tidak mencerminkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Sumber: holopis.com
Artikel Terkait
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial
Pemuda Tewas Dibunuh di Kamar Penginapan Medan, Jenazah Dibuang ke Sungai
Polisi Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, DPR Desak Penanganan sebagai Percobaan Pembunuhan
Menteri Keuangan Buka Opsi Naikkan Batas Defisit APBN di Atas 3 Persen