Soeharto dan Gus Dur Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional 2025
Pemerintah secara resmi mengajukan nama Presiden ke-2 Soeharto dan Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Pengajuan ini dilakukan setelah semua syarat formal untuk kedua mantan presiden tersebut dinyatakan telah terpenuhi.
Proses Pengusulan yang Telah Berlangsung Lama
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa pengusulan Soeharto dan Gus Dur sebagai pahlawan nasional bukanlah hal baru. Proses ini telah dimulai sejak 5 hingga 10 tahun yang lalu. Namun, pada waktu itu, pengajuannya sempat tertunda karena masih terdapat beberapa hambatan dalam pemenuhan persyaratan formal yang ditetapkan.
Syarat Formal Akhirnya Terpenuhi di Tahun 2025
Pada tahun 2025 ini, kondisi telah berubah. Pemerintah menyatakan bahwa seluruh syarat formal yang sebelumnya menjadi kendala kini telah dapat dipenuhi. Dengan demikian, nama Soeharto dan Gus Dur termasuk dalam daftar puluhan nama yang diajukan kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan untuk menjalani proses seleksi lebih lanjut.
Proses Seleksi yang Melibatkan Berbagai Pihak
Gus Ipul menekankan bahwa proses ini tidak dilakukan secara sepihak. Kementerian Sosial membentuk tim khusus yang terdiri dari berbagai kalangan, seperti akademisi, sejarawan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Tim inilah yang bertugas mendiskusikan dan menilai kelayakan setiap calon, termasuk Soeharto dan Gus Dur, sebelum diusulkan ke Dewan Gelar.
Target Pengumuman Sebelum Hari Pahlawan
Pemerintah menargetkan pengumuman nama-nama Pahlawan Nasional terpilih dapat dilakukan sebelum peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2025. Dari 45 nama yang diusulkan, Dewan Gelar akan melakukan seleksi akhir untuk memilih beberapa nama yang akan menyandang gelar prestisius tersebut.
Artikel Terkait
APPBI Buka Suara soal Pagar Besi di Mal: Bukan Antisipasi Kerusuhan, Melainkan Atur Arus Pengunjung
Pemerintah Resmi Naikkan Tunjangan Kinerja TNI, Tertinggi Rp 48,6 Juta untuk KSAD/KSAL/KSAU
Pembangunan Gardu Induk Nalumsari 150 kV di Jepara Dukung Pasokan Listrik, Sempat Terhambat Penolakan Oknum Anggota DPR
Spotify Perbarui Fitur Release Radar dengan Algoritma Lebih Akurat dan Opsi Kustomisasi