PARADAPOS.COM - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melakukan kunjungan kerja ke Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk menghadiri acara puncak peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU), yaitu Mujahadah Kubro, yang akan digelar keesokan harinya. Keberangkatan Presiden dari Jakarta hingga kedatangannya di Malang berlangsung dengan pengamanan ketat dan disambut oleh pejabat setempat.
Keberangkatan dari Jakarta
Pada Sabtu sore, Presiden Joko Widodo bertolak dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Keberangkatan beliau dilepas secara langsung oleh sejumlah pejabat tinggi, mencerminkan koordinasi yang solid antar-instansi dalam mendukung agenda kenegaraan. Suasana di landasan udara terlihat profesional dan tertib, menandai dimulainya perjalanan penting ini.
Dalam pesawat kepresidenan, Presiden didampingi oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara. Mereka antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, serta Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan pentingnya acara yang akan dihadiri, bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai momentum kebangsaan.
Kedatangan dan Penyambutan di Malang
Pesawat kepresidenan akhirnya mendarat di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, sekitar pukul 18.41 WIB. Cuaca sore itu cukup cerah menyambut kedatangan rombongan. Di bandara, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menunggu untuk menyambut kedatangan Presiden secara langsung, menunjukkan antusiasme daerah terhadap kunjungan ini.
Setelah proses penyambutan singkat, Presiden dan rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju hotel tempat menginap di Kota Malang. Dijadwalkan, pada malam harinya, Presiden akan memimpin beberapa pertemuan internal sebelum menghadiri acara inti keesokan hari.
Signifikansi Mujahadah Kubro Satu Abad NU
Acara Mujahadah Kubro yang akan dihadiri Presiden bukan sekadar peringatan seremonial. Kegiatan ini dimaknai sebagai simbol kekuatan dan refleksi peran NU selama seabad dalam membingkai kehidupan sosial-keagamaan di Indonesia. Momentum ini juga menjadi platform penting untuk mempererat sinergi antara pemerintah dengan ormas keagamaan terbesar di tanah air.
Kehadiran Presiden Joko Widodo dalam acara yang diikuti puluhan ribu nahdliyin ini ditafsirkan sebagai bentuk kehadiran negara. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam merawat kemitraan strategis dengan para ulama untuk menjaga stabilitas sosial dan menjawab tantangan bangsa ke depan.
Persiapan dan Antusiasme Jamaah
Persiapan menyambut acara besar ini telah dilakukan jauh-jauh hari. Stadion Gajayana di Malang dipersiapkan sebagai lokasi utama. Antusiasme warga NU terlihat sangat tinggi, dengan arus kedatangan jamaah yang memadati kota tersebut sejak beberapa hari sebelumnya.
Sekretaris PWNU Jawa Timur, HM Faqih, memberikan konfirmasi mengenai jumlah partisipan yang terus membeludak. Menurutnya, data hingga Jumat (6 Februari) atau H-2 acara, sudah tercatat lebih dari 104 ribu jamaah yang tiba di Malang.
"Hingga H-2 tercatat jamaah mencapai 104.541 orang atau jika dibulatkan sekitar 105.000 orang dengan 1.100 lebih bus serta ribuan kendaraan lainnya," jelas Faqih di Surabaya.
Ia melanjutkan rincian bahwa jumlah tersebut berasal dari PCNU se-Jawa Timur dan unsur Muslimat NU. Mereka tiba dengan menggunakan ribuan armada transportasi darat, menciptakan dinamika tersendiri di sekitar lokasi acara dan menunjukkan skala event yang luar biasa.
Artikel Terkait
Wamen Ekraf: Jurnalisme Berintegritas Fondasi Demokrasi dan Kemajuan Perempuan
Pedagang Aksesoris Timnas Raup Untung di Sela Final Piala Asia Futsal 2026
HSR Wheels hingga GAC E8 PHEV Warna-warni Inovasi di Hari Kedua IIMS 2026
Qari Cilik Indonesia Raih Juara I di MTQ Internasional di Irak