PARADAPOS.COM - Indonesia kembali menunjukkan keunggulannya di kancah seni baca Al-Qur'an internasional. M. Zian Fahrezi, seorang qari cilik berusia 11 tahun asal Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, berhasil meraih gelar Juara I pada kategori anak-anak dalam Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak. Prestasi ini menjadi capaian tertinggi kontingen Indonesia dalam ajang bergengsi yang berlangsung dari 22 Januari hingga 5 Februari 2026 tersebut.
Perjalanan Kontingen Indonesia di Karbala
MTQ Internasional Al-Ameed, yang diselenggarakan oleh komite tinggi Atabah Huseiniyah, memang menjadi ajang pertemuan para qari terpilih dari berbagai penjuru dunia. Seleksi peserta dilakukan secara ketat, dimulai dengan penilaian video bacaan yang dikirimkan masing-masing calon. Dari ratusan pendaftar, panitia akhirnya memanggil 35 peserta dewasa dan 15 peserta anak-anak untuk bertanding langsung di Irak, dengan seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah setempat.
Kontingen Indonesia mengirimkan perwakilan di kedua kategori. Pada kategori dewasa, Maman Setiawan dari Sulawesi Barat berhasil mencapai babak penyisihan. Sementara itu, Reza Maulana Nurdin (Kota Bogor) dan Mahfud Abdul Aziz (Kabupaten Lumajang) menunjukkan performa solid dengan melaju hingga tahap semifinal. Di kategori anak-anak, selain kemenangan gemilang Zian, Muhammad Iqbal dari Kota Batam juga berhasil mencapai babak semifinal.
Standar Tinggi dan Makna Sebuah Kemenangan
Keberhasilan meraih juara pertama di ajang sekelas MTQ Al-Ameed bukanlah pencapaian biasa. Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Muchlis M. Hanafi, yang menyambut kedatangan kontingen di Bandara Internasional Baghdad, menekankan hal ini. Ia menjelaskan bahwa ajang tersebut dikenal memiliki standar penilaian yang sangat ketat dan komprehensif.
"Ajang MTQ Internasional Al-Ameed dikenal memiliki standar penilaian yang ketat, mencakup aspek tajwid, fashahah, kualitas suara, penguasaan maqamat, serta adab tilawah," jelasnya.
Oleh karena itu, kemenangan Zian dinilai sebagai bukti nyata dari kualitas pembinaan tilawah Al-Qur'an sejak usia dini di Indonesia. Saat ini, qari cilik yang masih duduk di bangku kelas IV SD itu telah membawa harum nama bangsa di forum dunia.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, pelatih, dan pihak yang terlibat dalam pembinaan. Prestasi ini semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu episentrum pengembangan seni baca Al-Qur'an yang diakui secara global.
"Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur'an, serta memperkuat peran MTQ sebagai sarana pembinaan keagamaan dan penguatan karakter bangsa," tandas Muchlis.
Dengan demikian, torehan prestasi di tanah Karbala ini bukan sekadar tentang sebuah piala. Lebih dari itu, ia adalah tentang dedikasi, proses pembelajaran yang berkelanjutan, dan kontribusi nyata bagi penguatan identitas keagamaan serta karakter bangsa di mata internasional.
Artikel Terkait
Survei: 81% Orang Tua Prediksi Interaksi Keluarga Berubah Drastis dalam 10 Tahun
Wamen Ekraf: Jurnalisme Berintegritas Fondasi Demokrasi dan Kemajuan Perempuan
Pedagang Aksesoris Timnas Raup Untung di Sela Final Piala Asia Futsal 2026
HSR Wheels hingga GAC E8 PHEV Warna-warni Inovasi di Hari Kedua IIMS 2026