PARADAPOS.COM - Gelaran final Piala Asia Futsal 2026 antara Indonesia dan Iran di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Sabtu (7/2/2026), tak hanya menjadi magnet bagi ribuan suporter. Di tengah lautan penggemar yang memadati kawasan tersebut, sejumlah pedagang aksesoris dan merchandise timnas turut meramaikan suasana, berjuang mencari rezeki di sela euforia olahraga.
Semangat Berjualan di Tengah Kerumunan
Sejak pagi hari, kompleks GBK sudah dipadati calon penonton yang antusias. Di antara kerumunan itu, tampak sejumlah bapak-bapak dan ibu-ibu dengan cekatan menawarkan dagangan mereka. Mereka berkeliling di area luar arena, mendekati para suporter yang sedang menunggu atau berjalan menuju pintu masuk. Barang yang dijajakan beragam, mulai dari atribut berwarna merah putih hingga pernak-pernik pendukung lainnya.
Kisah Ati, Pedagang yang Sudah Berpengalaman
Salah satu pedagang yang ditemui adalah Ati. Ibu ini telah berada di lokasi sejak pukul sepuluh pagi, membawa berbagai barang dagangan seperti kipas angin kecil, syal, jersey, dan slayer atau ikat kepala. Pengalamannya berjualan di sekitar GBK bukanlah hal baru.
"Dari jam 10 pagi, jualan kipas, syal, jersey, dan slayer," tuturnya saat ditemui di lokasi.
Harga aksesoris yang dijual Ati bervariasi, menyesuaikan dengan jenis barangnya. Dari pantauan di lapangan, ternyata ada satu item yang paling banyak dicari.
"Kalau kipas 35 (ribu), kalau slayer itu 10.000, kalau syal 50 (ribu), kalau jersey itu 100.000. Yang paling laku paling iket kepala," jelasnya merinci.
Pendapatan yang Tak Selalu Pasti
Meski suasana terlihat sangat ramai dan semarak oleh dukungan untuk timnas, Ati mengungkapkan bahwa pendapatan dari berjualan di momen seperti ini tidak selalu bisa dipastikan. Dalam dunia dagang, terutama di event yang sifatnya temporer, fluktuasi adalah hal yang wajar.
"Ya ga tentu sih, kadang namanya orang jualan ya kadang ga dapet duit kadang dapet duit," ujarnya dengan jujur.
Menurut pengalamannya, keramaian pembeli tidak selalu linier dengan banyaknya penonton. Ia menyebut bahwa event sepak bola timnas Indonesia biasanya memberikan atmosfer berjualan yang lebih ramai dibandingkan momen lainnya. Hal ini mengindikasikan pemahamannya akan pola dan karakter pengunjung di berbagai jenis event olahraga.
Kehadiran para pedagang seperti Ati ini menambah dimensi lain dari sebuah perhelatan akbar olahraga. Mereka bukan sekadar pelaku ekonomi informal, tetapi juga bagian dari ekosistem pendukung yang turut merasakan denyut nadi dan euforia pertandingan, dengan segala ketidakpastian dan harapan yang mereka bawa pulang.
Artikel Terkait
Karhutla Masih Melanda Lima Wilayah di Riau, BPBD Dorong Status Darurat
Permintaan Kue Keranjang Tradisional Yogyakarta Melonjak Jelang Imlek 2577
Menteri Sosial: Digitalisasi Bansos Turunkan Kesalahan Data Hingga 50 Persen
Survei: 81% Orang Tua Prediksi Interaksi Keluarga Berubah Drastis dalam 10 Tahun