PARADAPOS.COM - Thomas A.M. Djiwandono resmi mengemban tugas baru sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Sunarto pada Senin, 9 Februari 2026, ini mengisi posisi strategis di pucuk pimpinan bank sentral. Penunjukan Thomas, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10/P Tahun 2026, turut melengkapi susunan Dewan Gubernur BI periode ini.
Proses Penetapan dan Susunan Dewan Gubernur Terkini
Langkah Thomas Djiwandono menuju kantor Deputi Gubernur BI telah melalui proses formal dengan ditetapkannya Keputusan Presiden pada 3 Februari 2026. Dengan masuknya nama Thomas, struktur kepemimpinan tertinggi Bank Indonesia untuk masa bakti saat ini telah utuh. Susunan Dewan Gubernur BI kini terdiri dari Gubernur Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, serta empat Deputi Gubernur: Aida S. Budiman, Filianingsih Hendarta, Ricky Perdana Gozali, dan Thomas A.M. Djiwandono.
Latar belakangnya di Kementerian Keuangan, di mana ia juga pernah bertindak sebagai Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan secara ex-officio, dianggap membawa perspektif kebijakan fiskal dan pengawasan jasa keuangan yang berharga ke dalam lembaga moneter.
Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan
Thomas, yang kerap disapa Tommy, lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Jejak keluarganya dalam lingkaran ekonomi dan politik Indonesia cukup dalam. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, adalah mantan Gubernur Bank Indonesia yang memimpin di era 1990-an. Dari garis ibu, Biantiningsih Miderawati, ia merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto, pendiri Partai Gerindra.
Pendidikan dasarnya ditempuh di SMP Kanisius Menteng, Jakarta. Thomas kemudian melanjutkan studi ke luar negeri, meraih gelar Sarjana Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, AS. Minatnya pada isu global dan ekonomi kemudian dibentuk di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington D.C., tempat ia memperoleh gelar Magister di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional.
Jalur Karier yang Beragam
Perjalanan profesional Thomas terbilang unik, tidak langsung berlabuh di birokrasi. Awal kariernya justru dibangun di dunia jurnalistik. Pada 1993, ia menjadi wartawan magang di Majalah Tempo, kemudian bekerja sebagai wartawan di Indonesia Business Weekly setahun setelahnya. Pengalamannya di sektor keuangan internasional juga dimulai awal, dengan posisi sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Pergeseran signifikan terjadi pada 2006 ketika ia beralih ke dunia bisnis. Atas ajakan pamannya, Hashim Djojohadikusumo, Thomas bergabung dengan Arsari Group, sebuah konglomerat dengan fokus agrobisnis. Di perusahaan tersebut, ia dipercaya menduduki posisi Deputy Chief Executive Officer (CEO), sebelum akhirnya memasuki pemerintahan.
Transisi dari dunia bisnis dan jurnalistik ke jantung kebijakan moneter dan fiskal ini menunjukkan lintasan karier yang dinamis. Kombinasi pengalamannya diyakini dapat memberikan warna tersendiri dalam menghadapi tantangan kompleks yang diemban Bank Indonesia ke depan.
Artikel Terkait
Hyundai Santa Fe XRT Resmi Diluncurkan, Harga Rp932,4 Juta di Jakarta
Menkes Peringatkan Risiko Kematian bagi Ratusan Ribu Pasien Gagal Ginjal dan Kanker Jika Terapi Terputus
Thomas Djiwandono Resmi Dilantik sebagai Deputi Gubernur BI Periode 2026-2031
Pemprov DKI Beri Teguran Tertulis ke Perusahaan Pengguna Air Tanah