Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia Menguat di Awal 2026

- Senin, 09 Februari 2026 | 11:25 WIB
Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia Menguat di Awal 2026

PARADAPOS.COM - Optimisme konsumen Indonesia terhadap perekonomian nasional kembali menguat pada awal tahun 2026. Data terbaru dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari 2026 naik ke level 127,0, dari posisi 123,5 di bulan sebelumnya. Kenaikan ini menandai sentimen yang terus berada di zona optimis, sekaligus mencerminkan perbaikan persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan harapan yang lebih baik untuk enam bulan ke depan.

Dua Pilar Penguat Keyakinan Konsumen

Peningkatan IKK Januari 2026 ini ditopang oleh perbaikan di kedua komponen utamanya. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE), yang merekam persepsi konsumen terhadap situasi terkini, naik menjadi 115,1. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), yang mengukur prospek ekonomi ke depan, melonjak lebih tinggi ke level 138,8. Angka-angka ini menunjukkan bahwa peningkatan keyakinan tidak hanya didorong oleh harapan, tetapi juga oleh pengalaman riil yang dirasakan masyarakat.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan lebih rinci mengenai fondasi dari optimisme ini. "Meningkatnya keyakinan konsumen pada Januari 2026 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 115,1 dan 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,4 dan 135,6," ungkapnya dalam keterangan resmi.

Perbaikan di Segala Aspek Kondisi Saat Ini

Menariknya, kenaikan IKE bersumber dari perbaikan merata di seluruh komponen pembentuknya. Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) naik menjadi 123,7, menandakan peningkatan persepsi terhadap pendapatan. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) juga membaik ke 109,9, sementara Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) naik ke 111,8. Kombinasi ini mengisyaratkan bahwa konsumen merasa lebih aman secara finansial dan lebih berani untuk melakukan pembelian besar.

Ekspektasi Penghasilan dan Usaha yang Lebih Cerah

Di sisi ekspektasi, optimisme untuk masa depan terutama didorong oleh dua faktor utama. Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) melonjak ke 146,0, dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) naik ke 135,3. Sementara itu, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) tercatat stabil di level 135,1. Data ini menggambarkan keyakinan konsumen bahwa prospek pekerjaan dan pendapatan mereka dalam setengah tahun mendatang akan tetap terjaga atau bahkan membaik.

Perilaku Keuangan yang Mulai Berubah

Survei BI juga mengungkap pergeseran yang signifikan dalam pola alokasi pendapatan masyarakat. Proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk konsumsi turun menjadi 72,3 persen, dari sebelumnya 74,3 persen. Sebaliknya, proporsi yang disimpan atau saving to income ratio naak cukup tajam menjadi 16,5 persen dari 14,9 persen. Sementara itu, rasio cicilan utang terhadap pendapatan relatif stabil di 11,2 persen.

Perilaku ini dapat ditafsirkan sebagai bentuk kehati-hatian yang sehat. Di satu sisi, optimisme terhadap ekonomi meningkat, tetapi di sisi lain, masyarakat tampak lebih bijak dalam mengelola keuangannya dengan memperkuat tabungan. Pergeseran ini mengindikasikan bahwa peningkatan keyakinan tidak serta-merta diikuti oleh euphoria belanja, melainkan diiringi dengan perencanaan keuangan yang lebih matang untuk menghadapi masa depan.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar