Art Jakarta Papers Resmi Dibuka, Fokus pada Eksplorasi Seni Kertas

- Senin, 09 Februari 2026 | 05:25 WIB
Art Jakarta Papers Resmi Dibuka, Fokus pada Eksplorasi Seni Kertas

PARADAPOS.COM - Pekan seni rupa kontemporer Indonesia kembali mencatat momen penting dengan diluncurkannya Art Jakarta Papers. Edisi khusus yang berfokus pada medium kertas ini secara resmi dibuka pada 5 Februari 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta, dan berlangsung hingga 8 Februari. Acara perdana ini tidak hanya menandai perluasan platform Art Jakarta, tetapi juga menjadi ajang bagi 28 galeri dari dalam negeri dan Asia untuk memamerkan eksplorasi artistik berbahan kertas, mulai dari sketsa, ilustrasi, hingga instalasi.

Peresmian dengan Dukungan Tinggi

Suasana pembukaan diwarnai oleh penampilan musik dari TRUST Orchestra, orkestra komunitas terbesar di Jakarta yang baru saja meraih prestasi internasional. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, serta perwakilan dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah terhadap industri kreatif. Peresmian secara simbolis dilakukan oleh Menteri Fadli Zon bersama Direktur MRA Media Paramitha Soedarjo dan VIP Relations Director Art Jakarta Hafidh Ahmad Irfanda.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan peran strategis pekan seni dalam memajukan posisi seni rupa Indonesia. Ia juga menyoroti kekayaan tradisi dan perkembangan kontemporer seni berbasis kertas di tanah air.

"Kehadiran pekan seni sangat penting untuk memperkuat posisi seni rupa Indonesia di kancah global. Indonesia punya sejarah panjang penggunaan kertas, termasuk daluang sebagai medium tradisional untuk manuskrip dan wayang beber. Dalam konteks kontemporer, praktik seni berbahan kertas terus berkembang dalam berbagai bentuk seperti sketsa, cetak, ilustrasi, fotografi, buku seniman, patung, dan instalasi," jelasnya.

Perjalanan Panjang Menuju Realisasi

Ide untuk menyelenggarakan pameran khusus seni kertas ternyata telah digulirkan sejak beberapa tahun lalu. Hafidh Ahmad Irfanda mengungkapkan bahwa perbincangan serius dimulai pada masa pandemi, yang akhirnya terwujud melalui kolaborasi dan kepercayaan dari berbagai pihak di ekosistem seni.

"Perbincangan soal pameran yang khusus menyorot karya seni kertas telah dimulai sejak masa pandemi. Setelah menempuh perjalanan dan diskusi panjang selama beberapa tahun, kami bersyukur dapat mewujudkan Art Jakarta Papers melalui dukungan banyak pihak yang terus memberi kepercayaan terhadap ekosistem seni rupa. Dengan komitmen kolektif yang terus dipupuk, Art Jakarta dapat menjadi platform yang terus berkembang dan merespons perubahan zaman," tuturnya.

Dukungan penuh dari MRA Media sebagai inisiator Art Jakarta selama lebih dari 15 tahun menjadi fondasi penting. Paramitha Soedarjo menyatakan bahwa Art Jakarta Papers dirancang sebagai ruang dialog yang lebih luas, sekaligus mengajak publik mengapresiasi kembali kekayaan dan fleksibilitas medium kertas dalam proses artistik.

"Dengan medium kertas yang menjadi dasar dari begitu banyak proses dan gagasan artistik, publik diajak untuk melihat kembali kekayaan dan potensi medium ini dalam seni rupa kontemporer. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen MRA Group untuk terus mendukung perkembangan seni dan budaya melalui platform yang kredibel, relevan, dan bermakna," ungkapnya.

Kolaborasi dengan Dunia Keuangan dan Program Publik

Edisi perdana Art Jakarta Papers diperkuat oleh kolaborasi dengan dua Lead Partners dari sektor keuangan: Sucor Asset Management dan Bank Central Asia (BCA). Keterlibatan mereka menunjukkan semakin eratnya hubungan antara dunia seni dan investasi, serta komitmen korporasi dalam mendukung ekosistem budaya.

Fajrin Hermansyah dari Sucor Asset Management menyebut kolaborasi ini sebagai pertemuan dua "grand master". Bagi Sucor AM, pameran seni menjadi medium edukasi investasi yang kreatif dan personal, selaras dengan kampanye mereka yang mengedepankan kenyamanan.

"Melalui Art Jakarta Papers, Sucor AM menghadirkan edukasi investasi dengan pendekatan kreatif dan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Investasi, menurutnya, tidak harus disampaikan secara kaku, tetapi dapat dinikmati melalui eksplorasi visual dan narasi yang personal. Hal ini sejalan dengan kampanye InvestasiSenyamanmu yang mengedepankan pendekatan investasi yang nyaman dan mudah dipahami," ujarnya.

Sementara itu, BCA melalui myBCA melanjutkan komitmennya dengan menghadirkan kemudahan transaksi dan berkolaborasi dengan seniman Rudy Atjeh. Adrian dari BCA menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari upaya bank untuk menghadirkan pengalaman yang inspiratif bagi masyarakat.

"Dalam kesempatan ini, myBCA berkolaborasi dengan seniman Rudy Atjeh. BCA juga menghadirkan berbagai penawaran dan kemudahan transaksi, mulai dari diskon tiket masuk hingga cashback serta cicilan," lanjutnya.

Ragam Presentasi dan Agenda ke Depan

Selain booth galeri, Art Jakarta Papers 2026 juga menampilkan presentasi khusus melalui AJ Spot, menampilkan instalasi patung kertas besar dari Iwan Effendi dan lokakarya photogram cyanotype interaktif dari Ruang MES 56. Program publik yang meliputi diskusi (AJ Talk) dan lokakarya cetak saring turut menyempurnakan rangkaian acara, membahas isu-isu praktis seperti konservasi karya kertas di iklim tropis hingga peluang pasarnya.

Keberhasilan peluncuran Art Jakarta Papers ini menjadi pembuka yang baik untuk agenda Art Jakarta sepanjang tahun. Platform seni tersebut telah menjadwalkan dua acara besar berikutnya: Art Jakarta Gardens pada Mei 2026 di Hutan Kota by Plataran, dan edisi utama Art Jakarta pada Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar