PARADAPOS.COM - Liam Rosenior mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya sebagai pelatih Chelsea adalah menemukan formula yang tepat antara daya serang yang mematikan dan pertahanan yang solid. Sejak mengambil alih, timnya memang tampil produktif dengan mencetak 22 gol dalam sembilan laga, namun catatan hanya dua kali menjaga gawang tak kebobolan menunjukkan pekerjaan rumah yang masih menumpuk.
Mencari Titik Temu Antara Serangan dan Pertahanan
Di bawah asuhannya, Chelsea menunjukkan wajah menyerang yang lebih cair dan sulit ditebak. Rosenior melihat hal ini sebagai kekuatan, tetapi ia juga sangat menyadari risikonya. Dengan hanya dua clean sheet dan 11 gol kebobolan dalam periode yang sama, mantan pelatih itu menegaskan bahwa mencari keseimbangan adalah prioritas mutlak untuk konsistensi jangka panjang.
Ia menekankan, gaya bermain ofensif yang diusungnya harus didukung oleh struktur tim yang rapi. Tanpa fondasi yang kokoh di lini belakang, keleluasaan menyerang justru bisa menjadi bumerang yang membuat Chelsea rentan terhadap serangan balik lawan.
Memaksimalkan 'Senjata' yang Ada
Rosenior tampak puas dengan berbagai opsi serangan yang dimiliki skuadnya. Ia tidak hanya mengandalkan para penyerang murni, tetapi juga mendorong bek sayap untuk turut berkontribusi dalam mencetak gol, sebuah filosofi yang diyakininya.
Dalam pernyataannya yang dirilis melalui kanal resmi klub, Rosenior menjelaskan, "Kami punya banyak senjata. Kalian bisa lihat Marc Cucurella dan Malo Gusto, bek sayap, berada di kotak penalti dan mencoba untuk mencetak gol, itu adalah sepak bola yang saya percayai."
"Ketika kami punya senjata berbeda di atas lapangan, itu sangat sulit dihadapi. Jadi saat ini senjata mencetak gol kami sangat, sangat bagus, tapi kami ingin mencatat lebih banyak clean sheet dan kami harus punya keseimbangan itu," tambahnya, mengulang poin penting tentang defensif.
Jalan Panjang Menuju Konsistensi
Analisis dari lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan Rosenior baru pada tahap awal. Peningkatan produktivitas di lini depan adalah kemajuan yang nyata dan menggembirakan bagi para pendukung. Namun, dalam persaingan ketat di papan atas, catatan pertahanan sering kali menjadi penentu gelar.
Rosenior sendiri mengakui kompleksitas tugas ini. "Bermain dengan cair punya hal positif karena tidak mudah ditebak lawan," ujarnya, "tapi jika kami tidak punya struktur yang tepat di balik itu, kami bisa sangat, sangat terbuka dalam transisi. Jadi kami perlu menemukan keseimbangan."
Pernyataan itu mencerminkan kewaspadaan seorang pelatih yang memahami bahwa kesuksesan berkelanjutan tidak hanya dibangun dari gol-gol spektakuler, tetapi juga dari disiplin taktis dan organisasi tim yang rapi di semua sektor lapangan.
Artikel Terkait
Pengangguran di Kepri Turun Tipis, Disparitas Gender dan Pendidikan Masih Jadi Tantangan
Transformasi Digital Pacu Industri Halal Indonesia ke Pasar Global
HPN 2026 Serang Tekankan Peran Pers Lawan Hoaks dan Jaga Integritas di Era Digital
Kemenkes Optimistis Target Nol Kematian DBD 2030 Tercapai, Angka Fatalitas Sentuh Rekor 0,4%