Jembatan Gantung Putus di Tanggamus, Mobil Terjun 10 Meter, Puluhan Luka-luka

- Rabu, 11 Februari 2026 | 10:00 WIB
Jembatan Gantung Putus di Tanggamus, Mobil Terjun 10 Meter, Puluhan Luka-luka

PARADAPOS.COM - Sebuah jembatan gantung di Kabupaten Tanggamus, Lampung, putus pada Selasa (25/6) siang, menyebabkan sebuah kendaraan angkutan pedesaan beserta seluruh penumpangnya terjun ke sungai sedalam sekitar 10 meter. Meskipun insiden ini mengakibatkan sejumlah korban luka-luka, berita baiknya adalah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang mencekam tersebut. Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian bersama Dinas Pekerjaan Umum setempat masih melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian.

Kronologi Insiden yang Hampir Berujung Petaka

Menurut keterangan awal, insiden terjadi saat kendaraan angkutan desa yang mengangkut 17 penumpang dan seorang sopir sedang melintasi struktur jembatan. Tiba-tiba, salah satu besi penahan seling utama jembatan diduga mengalami patah. Akibatnya, jembatan yang terbuat dari kabel dan papan kayu itu langsung miring dengan drastis dan kehilangan daya topangnya. Kendaraan pun tak tertahankan lagi dan terjun bebas menghantam aliran sungai di bawahnya.

Suasana panik langsung menyergap lokasi. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu segera berhamburan menuju tepian untuk memberikan pertolongan pertama.

Evakuasi dan Kondisi Korban

Dengan sigap, para penumpang yang selamat dievakuasi dari dalam kendaraan dan dari perairan sungai. Sejumlah korban mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari lecet hingga kemungkinan patah tulang. Mereka kemudian secepatnya dilarikan menggunakan ambulans dan kendaraan lain menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif.

Seorang petugas medis di lokasi menyatakan, "Kondisi korban secara umum stabil. Kami fokus pada pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada cedera dalam yang terlewat," ungkapnya, sembari mengawasi proses evakuasi.

Penyelidikan dan Langkah Pencegahan

Menyusul insiden ini, pihak kepolisian dari Polres Tanggamus telah mengamankan lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Penyidik tengah mengumpulkan barang bukti dan memeriksa struktur sisa jembatan yang rusak parah. Mereka juga mendatangi sejumlah saksi mata untuk merekonstruksi kejadian secara lebih detail.

Koordinasi intensif juga telah dijalin dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten. Tujuannya tidak hanya untuk meneliti penyebab teknis keruntuhan, tetapi juga untuk segera mengevaluasi kondisi jembatan gantung sejenis di wilayah tersebut guna mencegah terulangnya musibah.

Kapolsek setempat menegaskan pentingnya kewaspadaan. "Kami mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari penggunaan jembatan ini hingga dinyatakan aman. Bagi pengemudi angkutan umum, patuhi batas muatan yang ditetapkan. Keselamatan adalah yang utama," tegasnya dalam keterangan pers singkat.

Insiden ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur transportasi di daerah pedesaan. Jembatan gantung, yang sering menjadi satu-satunya akses penghubung antar desa, memerlukan pemeliharaan rutin dan pengawasan ketat terhadap beban operasionalnya. Kejadian di Tanggamus ini bisa menjadi peringatan berharga bagi semua pihak terkait untuk memperkuat standar keamanan infrastruktur vital bagi masyarakat.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar