PARADAPOS.COM - Menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Banten menggencarkan upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan pokok. Gubernur Andra Soni menegaskan komitmennya untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau, melalui serangkaian langkah terkoordinasi yang melibatkan berbagai pihak.
Fokus Utama: Stok, Distribusi, dan Harga
Langkah antisipasi Pemprov Banten berpusat pada tiga pilar utama. Pertama, menjaga keamanan stok pangan di seluruh wilayah. Kedua, memastikan kelancaran distribusi barang dari produsen hingga ke pasar. Ketiga, dan yang paling krusial, adalah mengendalikan harga agar tetap stabil tanpa gejolak yang memberatkan daya beli masyarakat. Strategi ini diwujudkan dalam bentuk operasi pasar, bazar murah, hingga inspeksi mendadak ke sentra-sentra perdagangan.
Belajar dari Data dan Tren Inflasi
Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Data historis dari pemantauan Bank Indonesia menunjukkan bahwa periode Ramadan dan Lebaran kerap diwarnai tekanan inflasi akibat lonjakan permintaan. Dalam tiga tahun terakhir, sejumlah komoditas secara konsisten menjadi penyumbang utama kenaikan harga, seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, serta daging unggas. Menyadari pola ini, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menyusun rencana yang lebih terarah.
Kolaborasi menjadi kunci dalam pelaksanaannya. Program pengendalian harga tidak hanya melibatkan pemerintah provinsi, tetapi juga diperkuat oleh jajaran pemerintah kabupaten dan kota, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pangan, para pelaku usaha, serta instansi vertikal. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan pengawasan yang lebih komprehensif dari hulu ke hilir.
Inspeksi Langsung dan Respons Cepat
Gubernur Andra Soni sendiri turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi. Inspeksi mendadak ke pasar tradisional dilakukan guna mendapatkan gambaran riil tentang ketersediaan barang dan level harga yang berlaku. Langkah proaktif ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi potensi masalah sejak dini sebelum berdampak luas.
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni menjelaskan ragam upaya yang telah digelar. "Ada kegiatan kolaborasi pelaksanaan bazar murah, dan juga kelancaran distribusi, dan banyak hal lainnya yang kita lakukan seperti tahun-tahun sebelumnya untuk menjaga inflasi. Dan hari ini saya sidak ke pasar," ungkapnya.
Pemprov juga akan secara cermat menindaklanjuti laporan dan analisis dari Bank Indonesia, khususnya yang menyoroti dinamika harga di daerah-daerah produsen. Tujuannya jelas: mencegah gejolak harga di tingkat produsen berpindah dan membebani konsumen akhir. Dengan seluruh langkah terpadu ini, pemerintah daerah berharap masyarakat Banten dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang dan khusyuk, tanpa diliputi kekhawatiran akan membumbungnya harga kebutuhan sehari-hari.
Artikel Terkait
CEO Indodax William Sutanto Masuk Daftar 40 Under 40 Fortune Indonesia 2026
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas 3 Kilometer
UTB Buka Akses Kuliah bagi Warga Binaan Lapas lewat Program Beasiswa
Amazon Perluas Program Girls’ Tech Day ke Siswi SD-SMA di Indonesia