UTB Buka Akses Kuliah bagi Warga Binaan Lapas lewat Program Beasiswa

- Jumat, 13 Februari 2026 | 16:25 WIB
UTB Buka Akses Kuliah bagi Warga Binaan Lapas lewat Program Beasiswa

PARADAPOS.COM - Universitas Teknologi Bandung (UTB) secara resmi membuka akses pendidikan tinggi bagi warga binaan lembaga pemasyarakatan melalui program beasiswa. Kerja sama ini diteken dalam sebuah perjanjian di Lapas Kelas IIA Banceuy, Bandung, Jumat (13/2/2026), bertepatan dengan kegiatan Ikrar Setia NKRI oleh narapidana. Inisiatif ini dirancang untuk memberikan dukungan pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sistem informasi guna mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial.

Komitmen Kampus Inklusif untuk Transformasi Sosial

Penandatanganan kerja sama ini menandai langkah nyata UTB dalam mewujudkan visinya sebagai perguruan tinggi yang inklusif. Rektor UTB, Muchammad Naseer, menegaskan bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan, sebagai sebuah jembatan menuju perubahan yang lebih baik.

“UTB siap memberikan dukungan konkret melalui pelatihan softskill, pengembangan sistem informasi, serta beasiswa pendidikan. Ini adalah kontribusi nyata kami untuk menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan,” jelasnya.

Terobosan Progresif bagi Masa Depan Warga Binaan

Dari sisi lembaga pemasyarakatan, kerja sama ini disambut sebagai sebuah terobosan yang memberi harapan baru. Kepala Lapas Kelas IIA Banceuy, Eris Ramdani, mengapresiasi komitmen UTB yang dinilainya progresif dan langsung menyentuh kebutuhan mendasar.

“UTB menjadi kampus pertama yang menghadirkan program beasiswa bagi warga binaan. Ini memperluas akses pendidikan yang selama ini sulit dijangkau oleh mereka yang sedang dalam proses pembinaan,” ungkap Eris.

Memperkuat Jalan Kembali ke Masyarakat

Sinergi antara dunia pendidikan dan sistem pemasyarakatan ini diharapkan dapat mempercepat proses reintegrasi sosial. Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, Ishadi Maja Prasetiyo, menilai bahwa bekal pendidikan dan keterampilan yang memadai adalah kunci agar warga binaan dapat kembali berkontribusi secara positif di masyarakat.

Untuk mempererat kolaborasi, kedua institusi berencana menggelar Upacara Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan pada 27 April 2026 mendatang, yang rencananya akan dipusatkan di kampus Universitas Teknologi Bandung. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak hanya bersifat formal, tetapi juga diikuti dengan agenda-agenda pembinaan yang berkelanjutan.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar