PARADAPOS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan capaian signifikan pemerintah dalam efisiensi anggaran dan program bantuan sosial dalam pidatonya di acara Indonesia Economic Outlook 2026. Dalam forum yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian itu, Presiden menyampaikan evaluasi satu tahun kepemimpinan, menekankan pentingnya sikap jujur mengakui kelemahan sekaligus keberanian merayakan pencapaian yang telah diraih.
Efisiensi Anggaran Rp308 Triliun untuk Program Produktif
Poin utama yang disorot adalah keberhasilan pemerintah melakukan penghematan anggaran lebih dari Rp308 triliun, atau setara dengan sekitar 18 miliar dolar AS, hingga akhir 2025. Penghematan besar ini, menurut penjelasannya, diperoleh dari langkah tegas memangkas berbagai pos pengeluaran yang dinilai kurang produktif. Langkah tersebut mencakup pembatasan perjalanan dinas luar negeri, penyederhanaan acara seremonial, serta pengurangan rapat dan seminar yang berlebihan.
Dana yang berhasil dihemat kemudian dialihkan untuk mendanai program-program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat. "Uang penghematan inilah yang kita pakai untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan sebagainya. Kita alihkan dari hal-hal yang tidak produktif ke hal-hal yang produktif," tegas Presiden Prabowo.
Dampak Luas Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebutkan telah menunjukkan dampak yang konkret. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 60,2 juta penerima manfaat, meliputi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Laporan dari berbagai pihak di lapangan, termasuk pelaku usaha dan kepala daerah, mengindikasikan bahwa program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga berperan sebagai stimulus ekonomi.
Presiden menjelaskan bahwa MBG telah menghidupkan aktivitas ekonomi di tingkat akar rumput, mulai dari desa hingga kecamatan. Lebih dari 23.000 dapur telah beroperasi untuk mendukung program ini, sekaligus menyerap tenaga kerja lebih dari satu juta orang. "Ekonomi di desa hidup. Petani sayur, ikan, peternak ayam, dan susu memiliki pasar tetap yang terjamin," ungkapnya, menggambarkan efek berantai positif dari program tersebut terhadap mata pencaharian masyarakat lokal.
Artikel Terkait
Pemerintah Alokasikan Rp55 Triliun untuk THR ASN, TNI, dan Polri 2026
KONI Bekasi Gandeng Klinik Olahraga Dukung 1.400 Atlet Porprov Jabar 2026
Pemerintah Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah untuk 17.273 Unit di Tiga Provinsi Sumatra
Jadwal Salat Makassar untuk Sabtu, 14 Februari 2026