Puluhan Ribu Penziarah Padati TPU Semper di H+1 Lebaran

- Minggu, 22 Maret 2026 | 13:25 WIB
Puluhan Ribu Penziarah Padati TPU Semper di H+1 Lebaran

PARADAPOS.COM - Kawasan Taman Pemakaman Umum (TPU) Semper di Jakarta kembali menjadi pusat keramaian pada hari kedua Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, Minggu (22/3/2026). Gelombang warga yang berziarah ke makam keluarga meningkat signifikan sejak pagi hari, menandai tradisi tahunan yang tetap hidup di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Pengelola setempat mencatat puluhan ribu penziarah datang secara bergantian, sebuah fenomena yang juga turut menggerakkan ekonomi para pedagang bunga di sekitar lokasi.

Antisipasi Keramaian dan Tradisi yang Terjaga

Suasana TPU Semper sudah terasa ramai sejak pagi buta. Sukino, Kepala Satuan Pelaksana TPU Semper, menjelaskan bahwa puncak keramaian terjadi pada H 1 Lebaran. Untuk mengatur arus pengunjung dan kendaraan, pengelola telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

"Sejak Lebaran hari pertama sudah ramai, tetapi hari ini jumlah penziarah meningkat. Sejak pukul 08.00 WIB, area TPU sudah dipadati penziarah," tuturnya dalam keterangan tertulis.

Ia menambahkan bahwa tradisi seperti ini merupakan pemandangan rutin yang bisa diprediksi. Menjelang bulan Ramadan dan selama hari raya, animo masyarakat untuk berziarah selalu mengalami peningkatan.

"Biasanya penziarah ramai saat menjelang Ramadan dan saat Lebaran seperti sekarang ini," jelasnya.

Makna Ziarah di Tengah Keluarga

Di antara ribuan pengunjung, terdapat sosok seperti Andry (43), warga Tugu Selatan. Ia datang bersama keluarganya untuk membersihkan dan berdoa di makam ibunya yang telah meninggal setahun silam. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari penghormatan dan menjaga silaturahmi dengan yang telah pergi.

"Sudah menjadi tradisi bagi kami untuk berziarah saat Lebaran, mendoakan keluarga yang telah meninggal," ungkap Andry.

Dampak Ekonomi bagi Pedagang Sekitar

Geliat tradisi ziarah ini ternyata membawa dampak ekonomi yang nyata. Para pedagang bunga di sekitar kompleks pemakaman merasakan langsung lonjakan permintaan. Yuyun (56), salah seorang pedagang, mengaku harga jual bunga tabur dan bunga hias mengalami kenaikan, seiring dengan membanjirnya pembeli.

"Kalau hari biasa bunga tabur sekitar Rp15 ribu, sekarang bisa Rp30 ribu sampai Rp50 ribu. Untuk bunga hias juga naik karena permintaan meningkat," ujarnya.

Menurut pengakuannya, peningkatan omzet sangat terasa, terutama pada saat-saat puncak keramaian di pagi dan sore hari. Kondisi ini menjadi angin segar bagi usaha mereka.

"Alhamdulillah, penjualan meningkat karena banyak penziarah yang datang," pungkas Yuyun.

Fenomena tahunan di TPU Semper ini menggambarkan harmoni antara tradisi keagamaan, dinamika sosial, dan kegiatan ekonomi masyarakat lokal. Keramaian yang tertib dan penuh khidmat menunjukkan bagaimana nilai-nilai leluhur tetap memiliki tempat di era modern.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar