PARADAPOS.COM - Kawasan Taman Pemakaman Umum (TPU) Semper di Jakarta kembali menjadi pusat keramaian pada hari kedua Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, Minggu (22/3/2026). Gelombang warga yang berziarah ke makam keluarga meningkat signifikan sejak pagi hari, menandai tradisi tahunan yang tetap hidup di tengah hiruk-pikuk ibu kota. Pengelola setempat mencatat puluhan ribu penziarah datang secara bergantian, sebuah fenomena yang juga turut menggerakkan ekonomi para pedagang bunga di sekitar lokasi.
Antisipasi Keramaian dan Tradisi yang Terjaga
Suasana TPU Semper sudah terasa ramai sejak pagi buta. Sukino, Kepala Satuan Pelaksana TPU Semper, menjelaskan bahwa puncak keramaian terjadi pada H 1 Lebaran. Untuk mengatur arus pengunjung dan kendaraan, pengelola telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.
"Sejak Lebaran hari pertama sudah ramai, tetapi hari ini jumlah penziarah meningkat. Sejak pukul 08.00 WIB, area TPU sudah dipadati penziarah," tuturnya dalam keterangan tertulis.
Ia menambahkan bahwa tradisi seperti ini merupakan pemandangan rutin yang bisa diprediksi. Menjelang bulan Ramadan dan selama hari raya, animo masyarakat untuk berziarah selalu mengalami peningkatan.
"Biasanya penziarah ramai saat menjelang Ramadan dan saat Lebaran seperti sekarang ini," jelasnya.
Makna Ziarah di Tengah Keluarga
Di antara ribuan pengunjung, terdapat sosok seperti Andry (43), warga Tugu Selatan. Ia datang bersama keluarganya untuk membersihkan dan berdoa di makam ibunya yang telah meninggal setahun silam. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari penghormatan dan menjaga silaturahmi dengan yang telah pergi.
"Sudah menjadi tradisi bagi kami untuk berziarah saat Lebaran, mendoakan keluarga yang telah meninggal," ungkap Andry.
Dampak Ekonomi bagi Pedagang Sekitar
Geliat tradisi ziarah ini ternyata membawa dampak ekonomi yang nyata. Para pedagang bunga di sekitar kompleks pemakaman merasakan langsung lonjakan permintaan. Yuyun (56), salah seorang pedagang, mengaku harga jual bunga tabur dan bunga hias mengalami kenaikan, seiring dengan membanjirnya pembeli.
"Kalau hari biasa bunga tabur sekitar Rp15 ribu, sekarang bisa Rp30 ribu sampai Rp50 ribu. Untuk bunga hias juga naik karena permintaan meningkat," ujarnya.
Menurut pengakuannya, peningkatan omzet sangat terasa, terutama pada saat-saat puncak keramaian di pagi dan sore hari. Kondisi ini menjadi angin segar bagi usaha mereka.
"Alhamdulillah, penjualan meningkat karena banyak penziarah yang datang," pungkas Yuyun.
Fenomena tahunan di TPU Semper ini menggambarkan harmoni antara tradisi keagamaan, dinamika sosial, dan kegiatan ekonomi masyarakat lokal. Keramaian yang tertib dan penuh khidmat menunjukkan bagaimana nilai-nilai leluhur tetap memiliki tempat di era modern.
Artikel Terkait
Arus Mudik Lebaran 2026 Masih Padat, Jasa Marga Imbau Atur Waktu Pulang
Arus Balik Mudik 2026 Diprediksi Dua Gelombang, GT Kalikangkung Masih Lancar
Plaza Medan Fair Catat Lonjakan Pengunjung 25% di Hari Kedua Lebaran
Presiden Prabowo Lakukan Telepon Silaturahmi Idulfitri ke Sejumlah Pemimpin Negara Muslim