PARADAPOS.COM - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah mempersiapkan pembukaan SMA Unggul Garuda Baru untuk tahun ajaran 2026/2027. Sekolah berasrama ini dirancang khusus untuk menjaring dan mengembangkan siswa berbakat dari daerah, dengan fokus pada penguatan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Sebanyak 640 siswa pertama akan menempati empat lokasi di luar Jawa dan mendapatkan beasiswa penuh, sementara rekrutmen untuk ratusan guru dan tenaga kependidikan juga telah dimulai.
Menggali Potensi Siswa Berbakat di Daerah
Inisiatif pendirian SMA Unggul Garuda Baru berangkat dari sebuah keprihatinan yang mendalam. Ahmad Najib Burhani, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, mengungkapkan bahwa masih banyak anak dengan potensi luar biasa yang terhalang aksesnya menuju pendidikan berkualitas, baik karena faktor geografis maupun ekonomi.
"Sekitar satu persen siswa berbakat sering terlewatkan. SMA Unggul Garuda hadir untuk memberi mereka kesempatan berkembang secara maksimal," tuturnya.
Dengan menempatkan sekolah-sekolah ini di wilayah seperti Belitung Timur, Soe, Konawe Selatan, dan Bulungan, pemerintah berupaya membangun pusat keunggulan pendidikan langsung di daerah yang membutuhkan percepatan. Langkah ini bukan sekadar memindahkan siswa, melainkan membangun ekosistem ilmu pengetahuan baru.
Kurikulum Komprehensif dan Jaminan Beasiswa Penuh
Untuk mewujudkan visi tersebut, SMA Unggul Garuda Baru mengadopsi pendekatan kurikulum yang integratif. Ardi Findyartini, Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, menjelaskan bahwa ada empat pilar utama: penguatan STEM, kurikulum nasional, pembangunan karakter di lingkungan asrama, dan kurikulum berstandar internasional.
Yang tak kalah penting adalah komitmen pemerintah dalam menghilangkan hambatan finansial. Setiap siswa yang lolos seleksi nasional akan menikmati beasiswa penuh, yang mencakup seluruh biaya pendidikan dan kehidupan di asrama.
"Lulusan sekolah ini pun memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri melalui Beasiswa Garuda," tambah Ardi Findyartini.
Peluang ini semakin terbuka dengan fleksibilitas sistem seleksi, yang kini dapat menggunakan nilai rapor atau Letter of Acceptance dari universitas tujuan.
Menyiapkan Tenaga Pendidik dan Jadwal Pendaftaran
Kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci sukses operasional sekolah. Saat ini, Ditjen Sains dan Teknologi membuka lowongan untuk 96 guru PPPK, 96 tenaga kependidikan, serta posisi pimpinan seperti kepala sekolah dan wakilnya.
Pendaftaran dibuka secara bertahap. Rekrutmen untuk guru dan tenaga kependidikan dimulai awal Februari 2026, sementara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk calon siswa dibuka pada 5 Februari 2026. Proses yang terstruktur ini menunjukkan persiapan yang matang untuk menyambut tahun ajaran perdana.
Selain empat lokasi yang akan beroperasi pada Juni 2026, pembangunan fisik juga terus berjalan di beberapa wilayah lain seperti Rejang Lebong dan Manokwari. Ekspansi ini mengisyaratkan rencana jangka panjang untuk memperluas jangkauan pendidikan unggul berbasis STEM ke lebih banyak titik strategis di tanah air, menciptakan lebih banyak peluang bagi generasi muda Indonesia.
Artikel Terkait
Prabowo Klaim Hemat Anggaran Negara US$18 Miliar dengan Pangkas Belanja Seremonial
Pemkot Makassar Kaji Integrasi Bayar Parkir Tahunan ke Pembayaran STNK
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi USD 431,7 Miliar, BI Pastikan Struktur Tetap Sehat
Ledakan Toko Petasan di Tiongkok Tewaskan 12 Orang Saat Imlek