PARADAPOS.COM - Aipda Dianita Agustina, seorang polisi wanita (polwan) yang bertugas di Polres Tangerang Selatan, telah diamankan oleh pihak kepolisian. Pengamanan ini terkait penyelidikan kasus narkoba yang menjerat mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Peristiwa penjemputan polwan berpangkat Aipda itu terjadi di kediamannya di kawasan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, dengan menggunakan enam mobil dinas.
Pengamanan Tanpa Pemberitahuan
Kedatangan rombongan polisi ke perumahan klaster tempat Dianita tinggal berlangsung tanpa pemberitahuan kepada pengurus lingkungan setempat. Ketua RT 02, Eka Media, mengungkapkan bahwa kedatangan mereka awalnya tidak menimbulkan kecurigaan di antara warga.
“Kata sekuriti ada enam mobil. Karena dia (Aipda Dianita) polisi, ya kita beranggapan teman. Sesama petugas mungkin lagi main atau apa. Enggak ada kecurigaan,” tutur Eka, yang diwawancarai pada Senin (16/2/2026).
Ia menambahkan bahwa tidak ada laporan resmi terkait operasi tersebut. “Tidak ada laporan ke saya. Ya mungkin karena sesama anggota ya. Tapi kita juga nggak tahu, semua kan perlu dibuktikan,” lanjutnya.
Sosok Polwan di Mata Tetangga
Menurut kesaksian Eka Media, yang telah menjadi tetangga Dianita selama dua hingga tiga tahun terakhir, polwan itu dikenal sebagai pribadi yang ramah dan baik dalam pergaulan sehari-hari. Ia tinggal bersama dua orang anaknya setelah suaminya meninggal dunia beberapa waktu lalu.
“Kalau kesehariannya sih baik kok. Sama tetangga juga welcome. Kalau papasan ya tegur-tegur sapa,” ujar Eka menggambarkan.
Ia juga menyebut bahwa Dianita jarang terlihat mengenakan seragam dinas di lingkungan rumah, dan kehidupan di kompleks perumahan yang padat aktivitas membuat interaksi antarwarga terbatas. “Namanya kehidupan di klaster, kita berangkat gelap, pulang gelap. Jadi jarang ketemu,” jelas pria berusia 39 tahun itu.
Pesan Terakhir Sebelum Diamankan
Kesan serupa disampaikan oleh salah seorang petugas keamanan kompleks, Udi, yang mengaku mengenal langsung Aipda Dianita. Ia menegaskan bahwa polwan tersebut dikenal baik dan tidak pernah menimbulkan masalah.
Udi bahkan mengingat pesan sederhana yang disampaikan Dianita sesaat sebelum mobil yang membawanya pergi meninggalkan lokasi.
“Mau berangkat dia sempat bilang, 'Pak tolong matiin sanyo ya',” kenang Udi, menirukan ucapan Dianita. Permintaan untuk mematikan mesin air itu disampaikan saat kaca mobil masih terbuka, tak jauh dari gerbang masuk perumahan.
Kondisi Rumah dan Proses Hukum
Sejak peristiwa itu, rumah Dianita diketahui dalam keadaan kosong. Kedua anaknya telah dijemput oleh keluarga dari pihak orang tua. Eka Media menyatakan bahwa warga setempat kini menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak yang berwenang.
“Kalau secara keseharian ya normal-normal saja. Baik-baik saja. Selebihnya kita serahkan ke proses yang berjalan,” pungkasnya, menutup penjelasan mengenai tetangganya yang kini berada dalam pengamanan polisi.
Artikel Terkait
KPK Telusuri Dugaan Fasilitas Jet Pribadi untuk Menag dari Ketum Hanura
Abraham Samad Kritik Upaya Cuci Tangan Atas Pelemahan KPK
Bareskrim Tetapkan Mantan Kapolres Bima Kota Tersangka Narkoba
Jaksa Agung Perintahkan Tarik Kembali Aset Sitaan yang Diduga Dikuasai Oknum Jaksa