VinFast Amankan Pesanan Awal 400 Unit Limo Green dari Dua Operator Transportasi Indonesia

- Kamis, 19 Februari 2026 | 08:25 WIB
VinFast Amankan Pesanan Awal 400 Unit Limo Green dari Dua Operator Transportasi Indonesia

PARADAPOS.COM - Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, mengamankan komitmen awal pengadaan 400 unit MPV listrik Limo Green dari dua perusahaan transportasi Indonesia. Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani dengan Riline Velocity Express (RVE) dan PT Sentrik Persada Nusantara, yang masing-masing berencana mengakuisisi 200 unit. Kerja sama ini menandai langkah awal elektrifikasi armada kedua mitra untuk layanan transportasi penumpang dan sewa kendaraan korporat (B2B).

Strategi Elektrifikasi Armada Komersial

Dalam dinamika industri transportasi yang penuh tantangan, terutama terkait fluktuasi harga bahan bakar dan tekanan global untuk beroperasi lebih ramah lingkungan, keputusan RVE dan Sentrik ini tampak sebagai langkah strategis. Pengadaan Limo Green diharapkan tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga membantu mengendalikan biaya operasional jangka panjang. Pengiriman kendaraan akan dilakukan secara bertahap, mengikuti ritme ekspansi bisnis kedua perusahaan tersebut.

Spesifikasi untuk Kebutuhan Intensif

Limo Green, yang baru saja diluncurkan, diposisikan sebagai solusi mobilitas listrik untuk kebutuhan komersial berintensitas tinggi. Dengan konfigusi tiga baris kursi untuk tujuh penumpang, dimensinya yang cukup lapang dirancang untuk kenyamanan dalam operasional harian. Daya tarik utamanya terletak pada jarak tempuh deklarasi hingga 450 kilometer per pengisian daya penuh, berkat baterai jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal awet. Jarak jelajah ini dinilai krusial untuk meminimalkan waktu henti armada selama operasi.

Dukungan Ekosistem dan Tanggapan Mitra

Selain spesifikasi produk, VinFast menawarkan paket dukungan yang dirancang untuk bisnis, termasuk kebijakan berlangganan baterai yang fleksibel, fasilitas pengisian daya gratis di jaringan V-Green, serta garansi komprehensif. Paket nilai ini yang menjadi pertimbangan utama bagi kedua mitra.

General Manager Riline Velocity Express, Michael Rudolf, mengungkapkan antusiasmenya. "Kami sangat senang dapat menjalin kerja sama dengan VinFast. Kualitas produk, ekosistem mobilitas hijau, visi jangka panjang, serta semangat kolaborasi yang ditunjukkan VinFast memberikan kesan yang kuat bagi kami," tuturnya. Ia menambahkan bahwa Limo Green diharapkan menjadi fondasi bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam transformasi mobilitas berkelanjutan di Indonesia.

Pendapat senada disampaikan General Manager PT Sentrik Persada Nusantara, Gede Sastrawan. “Kami mengapresiasi komitmen dan orientasi VinFast terhadap pembangunan berkelanjutan di pasar Indonesia," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa kombinasi kualitas kendaraan, biaya operasional rendah, dan program jaminan nilai jual kembali memperkuat keyakinan mereka memilih Limo Green untuk mendukung rencana ekspansi.

Komitmen Jangka Panjang di Pasar Indonesia

CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, melihat komitmen ini sebagai validasi pasar. "Dipilihnya Limo Green secara bersamaan oleh dua perusahaan transportasi besar di Indonesia menjadi bukti kuat kesesuaian model ini dalam memenuhi kebutuhan operasional komersial," jelasnya. Hardjosoemarto menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung mitra dengan produk dan layanan komprehensif guna mempercepat transisi elektrifikasi.

Dalam waktu relatif singkat, VinFast telah membangun pijakan bisnis yang cukup signifikan di Indonesia, mulai dari meluncurkan beragam produk, mengoperasikan fasilitas perakitan di Subang, hingga mengembangkan jaringan layanan dan infrastruktur pengisian daya. Langkah-langkah ini, ditambah dengan kemitraan strategis di sektor pembiayaan, merupakan upaya terstruktur untuk membangun kepercayaan dan menghilangkan hambatan adopsi kendaraan listrik, baik bagi konsumen perorangan maupun pelaku bisnis seperti RVE dan Sentrik.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar