PARADAPOS.COM - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Manado meningkatkan status kesiapsiagaan operasionalnya menyusul peringatan cuaca buruk di perairan Sulawesi Utara. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi gangguan keselamatan pelayaran di tengah tingginya mobilitas kapal. Dua unit kapal patroli disiagakan penuh, sementara personel dimobilisasi guna memastikan respons yang cepat jika terjadi keadaan darurat di laut.
Patroli Rutin dan Kesiapan Darurat
Meski fokus pada ancaman cuaca, KSOP Manado menegaskan bahwa kegiatan pengawasan rutin di wilayah perairan tetap berjalan. Patroli ini mencakup pemeriksaan keselamatan kapal, kelengkapan dokumen, serta kepatuhan terhadap aturan pelayaran yang berlaku. Namun, dalam situasi saat ini, kesiapan untuk menghadapi kemungkinan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) ditempatkan sebagai prioritas utama.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Manado, Capten Benaya Yostavia, menjelaskan bahwa kedua fungsi tersebut berjalan beriringan. "Kapal kami itu tetap berpatroli, namun jika ada kondisi darurat SAR kami juga ikut membantu," jelasnya.
Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat
Untuk memastikan efektivitas penanganan, koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor keselamatan laut terus ditingkatkan. Sinergi dengan instansi terkait dinilai krusial agar setiap respons terhadap insiden dapat dilakukan secara terpadu, cepat, dan tepat sasaran. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat meminimalisir risiko di lapangan.
Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026
Selain mengatasi tantangan cuaca, KSOP Manado juga telah bersiap menghadapi puncak arus mudik Lebaran 2026. Rencananya, sebuah Posko Angkutan Laut akan dioperasikan untuk memantau pergerakan kapal dan penumpang secara intensif. Posko ini juga akan berfungsi sebagai pusat koordinasi antarlembaga dalam upaya bersama menjaga kelancaran dan keamanan transportasi laut selama periode mudik.
Dengan serangkaian langkah antisipatif tersebut, otoritas pelabuhan berharap aktivitas pelayaran di wilayah Sulawesi Utara dapat berlangsung dengan aman dan terkendali, meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang menguntungkan.
Artikel Terkait
Pemerintah Luncurkan Groundcheck Nasional untuk Verifikasi Data 11 Juta Penerima PBI JKN
OJK Fokus pada Tiga Pilar Kebijakan untuk Perkuat Sektor Keuangan pada 2026
91,75% Pasar Rakyat di Tiga Provinsi Sumatra Sudah Beroperasi Pasca-Bencana
Pemkot Jakbar Koordinasi dengan Pengelola JORR untuk Tindak Karaoke Liar di Meruya