PARADAPOS.COM - Analis politik menilai terpilihnya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 merupakan sebuah "kecelakaan sejarah" yang dampak politiknya masih berlanjut. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dalam sebuah keterangan tertulis pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia memprediksi Presiden terpilih Prabowo Subianto akan mengambil pendekatan berbeda dalam memilih pendampingnya untuk pemilihan presiden 2029 mendatang.
Nafsu Berkuasa yang "Sulit Dibela"
Erizal menyoroti bahwa pilihan pasangan capres-cawapres di Pilpres lalu kini semakin tampak sebagai sebuah langkah kontroversial. Ia menilai keputusan tersebut lebih didorong oleh ambisi kekuasaan yang berlebihan, ketimbang pertimbangan strategis jangka panjang yang matang.
"Makin lama makin terasa bahwa itu nafsu berkuasa yang kelewatan dan sulit untuk dibela," ungkapnya.
Pelajaran untuk Pilpres 2029
Berdasarkan pengamatan terhadap dinamika politik terkini, Erizal meyakini Prabowo akan belajar dari pengalaman pemerintahan sebelumnya. Menurut analisnya, Presiden terpilih itu kemungkinan besar tidak akan mengulangi pola yang sama dengan memilih figur muda sebagai calon wakil presiden.
"Karena cawapres muda berpeluang ditotak mitra koalisi lainnya," jelas Erizal, merujuk pada kompleksitas menjaga soliditas aliansi partai politik yang majemuk.
Rekomendasi Figur Pendamping
Sebagai alternatif, Erizal justru mengusulkan nama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk mendampingi Prabowo pada periode kedua nanti. Ia melihat sejumlah kesesuaian penting dari sosok yang satu ini.
"Sjafrie sahabat karib Presiden Prabowo, dalam suka dan duka. Kualitas pun relatif sama. Lebih muda setahun dari Presiden Prabowo," tuturnya, menekankan faktor kedekatan personal dan kesetaraan kapabilitas sebagai pertimbangan utama untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan koalisi di masa depan.
Artikel Terkait
Prabowo Ingin Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, Sebut Ada 7 Bahasa Prioritas
Jokowi Sebut Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Sudah Sesuai Aturan dan Minta Publik Tak Berspekulasi
Pemerintah Diminta Tak Abaikan Akar Kerusuhan Agustus 2025: Pengamat Sebut Stabilitas Bukan Hanya Soal Bayang-Bayang Jokowi
Wartawan Parlemen Kecam Benny Harman soal Ucapan Otak Kamu Ada Gak, Minta Maaf atau Dilaporkan ke MKD