PARADAPOS.COM - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengumumkan rencana pembangunan cekdam dan tanggul sebagai solusi jangka panjang untuk mencegah banjir Sungai Tukka di Kabupaten Tapanuli Tengah. Pernyataan ini disampaikan usai meninjau langsung lokasi bencana di Desa Hutanabolon, Kamis, di mana material banjir telah menimbun bendungan hingga kedalaman sekitar 2,5 meter, menyebabkan dasar sungai lebih tinggi dibanding sebelum bencana hidrometeorologi akhir November 2025 lalu.
Fokus pada Pengendalian Banjir
Dalam kunjungannya, Bobby Nasution mendengarkan laporan lapangan dari petugas mengenai parahnya pendangkalan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka. Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah provinsi akan memprioritaskan upaya pengendalian banjir. Selain penanganan darurat yang masih berlangsung, langkah struktural dianggap penting untuk melindungi permukiman warga.
“Antara lain pembangunan sabo dam (penahan material di bagian hulu) dan tanggul di wilayah hulu DAS Tukka,” jelasnya mengenai rencana teknis tersebut.
Pentingnya Sosialisasi ke Masyarakat
Gubernur juga menekankan pentingnya pendekatan dan komunikasi yang intensif dengan masyarakat setempat, terutama pemilik lahan di kawasan yang akan dibangun. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, melalui perangkat kecamatan, untuk menyosialisasikan maksud pembangunan ini sebagai bagian dari penanganan bencana.
“Kalau sosialisasinya itu, kita minta Pak Camat yang tahu. Jadi sampaikan ke masyarakat, bahwa ini kan dalam rangka penanganan bencana,” imbau Bobby Nasution.
Respon Pemerintah Daerah
Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi Lubis, menyatakan bahwa sosialisasi telah dijalankan. Pemerintah kabupaten terus berkomunikasi dengan para pemilik lahan untuk mendapatkan kesepakatan, mengingat proyek ini membutuhkan ketersediaan lahan.
“Kita sudah jalankan sosialisasinya, Pak. Sebagian besar masyarakat dari hulu ke hilir sudah menerima sosialisasinya,” tutur Mahmud Efendi Lubis menanggapi arahan gubernur.
Rencana pembangunan infrastruktur pengendali banjir ini diharapkan dapat mengalihkan aliran Sungai Tukka agar tidak lagi meluap dan menggenangi kawasan permukiman penduduk di sekitarnya, memberikan solusi permanen pasca bencana yang merusak beberapa waktu lalu.
Artikel Terkait
Paus Leo XIV Pimpin Perayaan Rabu Abu Pertamanya di Bukit Aventin
Mantan Kapolres Bima Kota Ditahan Bareskrim Terkait Narkoba dan Pencucian Uang
Bali Siap Hadapi Nyepi dan Malam Takbiran Idulfitri yang Berdekatan
Pendaftaran Inkubasi Bisnis Juragan Jaman Now Season 5 Ditutup, 237 UMKM Bersaing