PARADAPOS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan posisi Amerika Serikat sebagai salah satu mitra strategis terpenting Indonesia, seraya mengajak untuk mengenang dukungan historis negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam forum bisnis di Washington DC, yang menekankan hubungan bilateral yang telah terjalin sejak era perjuangan kemerdekaan hingga bantuan kritis di masa-masa sulit.
Dukungan Historis yang Tak Terlupakan
Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin usaha Amerika, Prabowo secara khusus menyoroti peran AS yang mendasar dalam perjalanan bangsa. Ia menggarisbawahi bahwa dukungan itu bukan sekadar kenangan, melainkan fondasi hubungan yang terus relevan hingga kini.
“Amerika Serikat adalah salah satu mitra terkuat kami. Kami tidak pernah lupa bahwa Amerika Serikat mendukung perjuangan kemerdekaan kami. Banyak kali Amerika Serikat mengintervensi membantu Indonesia di masa-masa kritis,” ucap Prabowo dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce.
Pesan untuk Generasi Muda dan Bantuan Kritis
Presiden juga menyampaikan pesan khusus bagi generasi muda Indonesia agar memahami kontribusi nyata Amerika Serikat, terutama pada periode 1960-an ketika Indonesia menghadapi tantangan berat. Saat itu, gejolak di kawasan sempat menggoncang ketahanan pangan nasional.
“Hal itu juga saya sampaikan kepada generasi muda Indonesia agar jangan melupakan peran yang dimainkan Amerika Serikat dalam kelahiran bangsa kami, baik secara politik maupun ekonomi. Pada masa kritis tahun 60-an saat pertanian kita runtuh karena gejolak di Asia Tenggara, Amerika Serikat membantu kami melalui program PL 480. Itu sangat signifikan,” jelasnya.
Program PL 480, yang dimulai pada 1954, merupakan inisiatif bantuan pangan Amerika yang legendaris. Program ini, yang hingga hari ini masih dijalankan melalui berbagai bentuk kerja sama, tercatat telah memberikan manfaat bagi ratusan negara di seluruh dunia.
Komitmen Pemerintahan dan Harapan ke Depan
Melanjutkan pidatonya, Prabowo menyampaikan harapan agar keterlibatan Amerika Serikat dalam perekonomian Indonesia dapat semakin menguat. Ia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi semua pihak, dengan prinsip tata kelola yang baik sebagai landasan utamanya.
“Jadi, kami berharap akan kehadiran Amerika yang lebih kuat dalam ekonomi kami. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa kami bekerja sangat keras demi kepentingan rakyat kami. Rakyat Indonesia menuntut tata kelola yang baik, menuntut pemerintahan yang bersih. Inilah posisi saya, pemerintahan yang bersih dan akan menciptakan, mempromosikan, serta membela keadilan dan supremasi hukum,” tandasnya.
Pernyataan ini menutup pidatonya dengan penekanan pada stabilitas, kepastian hukum, dan iklim investasi yang sehat—faktor-faktor yang menjadi perhatian bersama dalam memperdalam kemitraan strategis antara kedua negara.
Artikel Terkait
Temuan Langka: Pria 79 Tahun di Birmingham Miliki Tiga Penis Internal
Laporan Investigasi Ungkap Pembiaran Aparat dan Pembungkaman Massal dalam Kerusuhan Agustus 2025
Karina Ranau Sahur di Makam Suami, Tuai Pro-Kontra di Media Sosial
Karina Ranau Sahur di Makam Epy Kusnandar, Tuai Pujian dan Kritik