Pendaftaran Inkubasi Bisnis Juragan Jaman Now Season 5 Ditutup, 237 UMKM Bersaing

- Kamis, 19 Februari 2026 | 16:00 WIB
Pendaftaran Inkubasi Bisnis Juragan Jaman Now Season 5 Ditutup, 237 UMKM Bersaing

PARADAPOS.COM - Pendaftaran untuk program inkubasi bisnis Juragan Jaman Now (JJN) Season 5 telah resmi ditutup pada Kamis, 19 Februari 2026. Sebanyak 237 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai penjuru negeri mendaftar untuk mengikuti kompetisi yang bertujuan mengembangkan kapasitas usaha ini. Kini, proses seleksi ketat akan segera dimulai untuk memilih peserta terbaik yang akan mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli.

Jalur Kompetisi yang Berjenjang

Setelah penutupan pendaftaran, para peserta akan menghadapi serangkaian tahap seleksi yang dirancang untuk menguji ketahanan dan potensi bisnis mereka. Tahap pertama adalah Babak Eliminasi 1, di mana tim JJN akan menyaring seluruh pendaftar hingga tersisa 45 UMKM yang dinilai paling menjanjikan.

Selanjutnya, ke-45 peserta yang lolos akan memasuki Babak Eliminasi 2. Pada fase ini, mereka diwajibkan mengirimkan sampel produk untuk dinilai secara langsung oleh para mentor. Penilaian mendalam ini akan menghasilkan 36 finalis yang berhak maju ke tahap inti.

Ke-36 finalis tersebut kemudian akan memasuki Babak Kompetisi. Di sini, masing-masing peserta akan mendapatkan pendampingan penuh dari seorang mentor. Setiap episode kompetisi akan menampilkan tiga peserta yang mempresentasikan usahanya di hadapan panelis. Presentasi ini menjadi penentu untuk memperoleh modal tambahan sekaligus gelar 'Peserta Terjuragan' dalam episode tersebut.

Misi Besar di Balik Kompetisi

Lebih dari sekadar ajang pencarian bakat, Juragan Jaman Now mengusung misi strategis untuk mendorong kemajuan sektor UMKM Indonesia. Program ini diyakini dapat menjadi katalisator bagi pelaku usaha untuk naik kelas, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Panelis JJN, Reino Barack, menegaskan komitmen tersebut dalam sebuah kesempatan. "Kita ingin membina dan membantu UMKM," tuturnya.

Chairman of Astera Group itu menjelaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Dengan jumlahnya yang sangat besar, kemajuan kolektif sektor ini akan memberikan dampak makro yang signifikan. "Dengan begitu kita berharap ekonomi Indonesia berputar lebih baik dari yang sekarang," tambahnya.

Peran Mentor sebagai Pendamping

Kekuatan lain dari program ini terletak pada kualitas panelis dan mentor yang terlibat. Mereka adalah praktisi bisnis yang telah terbukti sukses dan siap berbagi ilmu serta jaringan kepada para peserta.

Reino Barack menggambarkan peran mereka sebagai fasilitator. "Kita (panelis/mentor) memang fungsinya suporter kali ya. Kuncinya ada di founder," ujarnya.

Ia menekankan bahwa niat dan kemauan kuat dari founder UMKM sendiri adalah faktor penentu utama. Namun, ada aspek krusial yang sering menjadi tantangan, yaitu pengelolaan data. "Ujung-ujungnya yang dilihat itu adalah angka. Angka ini kalau enggak akurat untuk mengambil keputusan akan susah. Salah satu key challenge di UMKM itu adalah data. Ini menjadi salah satu hal penting," pesan Reino, menyoroti pentingnya fondasi administrasi yang rapi bagi perkembangan usaha yang berkelanjutan.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar