PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pujian terbuka kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Washington DC, Kamis (20 Februari 2026). Dalam pidato pembuka yang dihadiri sejumlah pemimpin dunia, Trump menyebut Prabowo sebagai sosok pemimpin kuat yang dihormati semua pihak, sambil menggarisbawahi peran serta Indonesia dalam misi perdamaian dan bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
Pujian Trump untuk Ketegasan dan Kepemimpinan Prabowo
Suasana di U.S. Institute of Peace pagi itu sempat diwarnai canda serius dari Presiden Trump. Saat memanggil satu per satu pemimpin negara yang hadir, perhatiannya tertuju pada sosok Presiden Indonesia. Dengan gaya khasnya, Trump mengungkapkan kekaguman sekaligus rasa hormatnya.
"Sosok yang saya sangat sukai tentunya pemimpin yang kuat, saya tak ingin melawan dia, Presiden Republik Indonesia Prabowo, terima kasih," ucap Trump, disambut riuh rendah para hadirin.
Pujian itu tidak berhenti di situ. Trump kemudian menyoroti skala dan kompleksitas negara yang dipimpin Prabowo, mengaku terkesima dengan fakta demografis Indonesia.
"Presiden Prabowo, dia sosok yang besar. Saya sempat bertanya kepada dia, 'Ada berapa populasi Indonesia? Dia menjawab ada 240 juta, no, no, katakan lagi, 240 juta jiwa, negara Anda, negara yang besar.' Anda telah bekerja sangat baik, dan Anda dihormati oleh semua orang. Terima kasih telah hadir, terima kasih Bapak Presiden," lanjutnya.
Gesture dan Diplomasi di Barisan Depan
Dari kursinya di barisan depan, Presiden Prabowo, yang tampil dengan kopiah hitam khasnya, menerima pujian tersebut dengan anggukan dan gesture terima kasih. Ia duduk di antara Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev dan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan. Sebelum acara dimulai, terlihat Prabowo terlibat dalam percakapan hangat dengan kedua pemimpin tersebut, menunjukkan dinamika diplomasi yang berlangsung di sela-sela pertemuan resmi.
Trump tampak sengaja memanfaatkan momen pembukaan untuk menyampaikan kesan pribadinya terhadap para pemimpin, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Pendekatan ini sekaligus menjadi cara baginya untuk menegaskan peran yang diklaim dalam mendamaikan konflik di beberapa wilayah.
Komitmen Kolektif untuk Perdamaian Gaza
Setelah sesi penyambutan, fokus pidato Trump beralih ke tujuan utama pertemuan. Ia menjelaskan bahwa Dewan Perdamaian dibentuk sebagai wadah untuk menciptakan solusi perdamaian yang berkelanjutan di Gaza. Dalam konteks ini, komitmen finansial dan keamanan dari negara-negara anggota menjadi sorotan.
Trump mengucapkan terima kasih kepada sembilan negara—termasuk Kazakhstan, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi—yang telah menyumbang total sekitar 7 miliar dolar AS untuk paket bantuan kemanusiaan. Lebih lanjut, ia menyebut lima negara, termasuk Indonesia dan Kazakhstan, yang berkomitmen menyiapkan pasukan untuk misi pemulihan keamanan di wilayah konflik.
Sebagai penegas komitmen Amerika Serikat, Trump mengumumkan kontribusi AS sebesar 10 miliar dolar AS untuk dana Dewan Perdamaian. Pengumuman ini menutup pidato pembukaannya, sekaligus mengarahkan forum pada agenda inti pembahasan perdamaian.
Artikel Terkait
Pemerintah Prioritaskan Rehabilitasi Lahan Perhutanan Sosial yang Rusak Akibat Banjir di Sumatera
BEI dan OJK Godok Reformasi Pasar Modal, Free Float Minimum Naik Jadi 15%
Masjid Darussalam Solo Bagikan 1.500 Porsi Bubur Samin Gratis Setiap Ramadan
Presiden Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana Dewan Perdamaian untuk Gaza atas Undangan AS