PARADAPOS.COM - Masjid Darussalam di Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, kembali melanjutkan tradisi tahunannya dengan membagikan bubur samin secara gratis selama bulan Ramadan. Pada Ramadan 1447 Hijriah ini, tak kurang dari 1.500 porsi hidangan khas Banjar tersebut disiapkan untuk menjadi menu berbuka puasa bagi warga sekitar, mengukuhkan masjid tersebut sebagai salah satu titik berbagi yang dinantikan masyarakat.
Melestarikan Tradisi di Tengah Kota
Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di sekitar Masjid Darussalam setiap sore menjelang azan Maghrib. Tradisi bagi-bagi bubur samin ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa, melainkan sebuah warisan budaya yang telah berlangsung bertahun-tahun. Hidangan beras pulen yang dimasak dengan kuah santan gurih dan daging sapi ini menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian, terutama bagi mereka yang membutuhkan atau para musafir yang sedang dalam perjalanan.
Panitia penyelenggara dengan cermat mengatur distribusi agar berjalan lancar dan tertib. Antusiasme masyarakat tampak jelas, mencerminkan betapa tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan sosial dan keagamaan di kawasan Serengan selama Ramadan.
Komitmen untuk Berbagi dan Meringankan Beban
Kegiatan ini digelar setiap hari sepanjang bulan suci, menunjukkan komitmen kuat pengurus masjid dan para donatur. Pembagian bubur samin tidak hanya bertujuan untuk menyediakan hidangan berbuka yang mengenyangkan, tetapi juga untuk meringankan beban ekonomi warga sekaligus mempererat tali silaturahmi antarumat.
Seorang pengurus masjid menegaskan nilai lebih dari tradisi ini.
"Ini adalah wujud nyata dari semangat berbagi di bulan yang penuh berkah. Kami ingin semua kaluran, terutama yang kurang mampu dan para perantau, bisa merasakan kebahagiaan dan kehangatan bersama saat berbuka," ungkapnya.
Dengan dipertahankannya tradisi ini dari tahun ke tahun, Masjid Darussalam tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial yang membumi dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Praktik semacam ini memperkuat fondasi komunitas, menunjukan bagaimana nilai-nilai keagamaan diterjemahkan secara konkret dalam aksi nyata penuh empati.
Artikel Terkait
Bologna Raih Keuntungan Tipis Atas Brann di Play-off Liga Europa
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H untuk Kota Samarinda Dirilis
Pemerintah Prioritaskan Rehabilitasi Lahan Perhutanan Sosial yang Rusak Akibat Banjir di Sumatera
BEI dan OJK Godok Reformasi Pasar Modal, Free Float Minimum Naik Jadi 15%