Temuan Langka: Pria 79 Tahun di Birmingham Miliki Tiga Penis Internal

- Kamis, 19 Februari 2026 | 07:50 WIB
Temuan Langka: Pria 79 Tahun di Birmingham Miliki Tiga Penis Internal

PARADAPOS.COM - Sebuah temuan anatomi yang sangat langka terjadi di University of Birmingham Medical School pada 2024. Saat melakukan pembedahan rutin pada jenazah seorang pria berusia 79 tahun, tim mahasiswa dan staf pengajar terkejut menemukan bahwa pria tersebut memiliki tiga penis, suatu kondisi medis yang dikenal sebagai triphallia. Kasus ini menjadi sorotan ilmiah karena merupakan salah satu dari sedikit laporan tentang kelainan bawaan ini dalam sejarah medis modern.

Sebuah Temuan yang Tak Terduga

Pemeriksaan post-mortem yang dimaksudkan sebagai prosedur akademik rutin itu berubah menjadi momen penemuan yang luar biasa. Saat tim menghitung dan mengidentifikasi organ-organ tubuh, mereka mendapati adanya triplikasi, atau penggandaan menjadi tiga, pada struktur penis. Kondisi congenital supernumerary penile formation ini diperkirakan hanya terjadi pada satu dari setiap lima hingga enam juta kelahiran, menjadikannya fenomena yang hampir tak terdengar.

Kelangkaan dalam Catatan Medis

Kelangkaan kasus ini ditegaskan oleh data historis. Dalam laporan ilmiah yang diterbitkan di jurnal BMC, tim peneliti menyebutkan bahwa sejak tahun 1606 hingga 2023, hanya terdapat 168 publikasi yang mendokumentasikan polyphallia—istilah umum untuk memiliki lebih dari satu penis. Dari sekian banyak laporan itu, hanya satu yang sebelumnya mencatat kasus triphallia spesifik seperti ini.

Tim peneliti menjelaskan pendekatan medis umum terhadap kondisi serupa, "Hampir semua ahli bedah memutuskan untuk mengangkat penis tambahan yang tampak dari luar, biasanya yang tidak berfungsi atau berukuran lebih kecil. Namun, untuk pembentukan penis internal, biasanya tidak dilakukan tindakan karena umumnya tidak menimbulkan gejala."

Profil Pasien dan Kondisi Tersembunyi

Terbatasnya riwayat medis pria tersebut, karena kebijakan lokal, membuat analisis bergantung pada temuan di fakultas kedokteran. Pria kulit putih berpostur sedang hingga besar dengan tinggi sekitar 182 cm itu diduga tidak menyadari kelainan anatominya sendiri. Hal ini karena dua dari tiga penis berada secara internal, tersembunyi di dalam tubuh.

“Pria kulit putih ini, berusia akhir 70-an, memiliki tinggi sekitar 182 cm dan postur tubuh sedang hingga besar,” tulis tim dalam deskripsinya. “Temuan paling mencolok adalah adanya triplikasi penis internal.”

Mengapa Kondisi Ini Luput dari Deteksi?

Dua penis tambahan ditemukan berada di dalam kantung skrotum, sebuah posisi yang membuatnya tidak terlihat secara fisik. Peneliti menduga, posisi tersembunyi inilah yang menyebabkan kelainan ini tidak terdeteksi sepanjang hidup pria tersebut, bahkan mungkin selama interaksi dengan tenaga medis sekalipun.

Misalnya, ditemukan tanda bahwa pria pernah menjalani operasi hernia inguinalis, yang seringkali melibatkan pemasangan kateter. Dalam anatomi yang tidak biasa seperti ini, prosedur kateterisasi melalui uretra bisa menjadi sangat rumit. Fakta bahwa tidak ada intervensi lebih lanjut yang tercatat menunjukkan kemungkinan kelainan tersebut tidak dikenali atau sengaja tidak ditangani saat itu.

Implikasi Klinis dan Kemungkinan Gejala

Secara umum, duplikasi penis eksternal sering dikaitkan dengan rangkaian kelainan bawaan lain pada struktur garis tengah tubuh. Namun, duplikasi internal seperti ini lebih sering ditemukan secara tidak sengaja di kemudian hari, bahkan setelah kematian.

Untungnya, dalam kasus ini tidak ditemukan uretra buntu (blind-ending urethra) yang dapat memicu infeksi serius. Meski demikian, para peneliti berspekulasi bahwa pria itu mungkin mengalami berbagai gangguan fungsional yang halus.

Mereka mengungkapkan, "Namun, para peneliti menyebut ia mungkin saja mengalami gangguan fungsional, seperti infeksi saluran kemih, disfungsi ereksi, masalah kesuburan, atau bahkan nyeri saat berhubungan seksual akibat potensi ereksi pada penis sekunder dan tersier."

Asal-usul Embriologis yang Kompleks

Secara biologis, perkembangan penis normal berasal dari struktur embrionik bernama genital tubercle, yang dipengaruhi hormon DHT (dihidrotestosteron). Kelainan genetik yang mengganggu reseptor androgen dapat menyebabkan malformasi. Dalam kasus ini, peneliti menduga terjadi triplikasi pada genital tubercle. Mereka berhipotesis bahwa uretra awalnya mulai berkembang di penis sekunder, tetapi kemudian beralih ke penis utama yang berkembang lebih sempurna, sementara penis tersier merupakan sisa dari proses penggandaan yang tidak sempurna.

Pandangan yang Lebih Luas dan Rekomendasi

Temuan ini mengarah pada sebuah pertimbangan penting: bahwa kasus penis tambahan internal mungkin lebih umum daripada yang diperkirakan selama ini, namun sering kali tidak terdiagnosis karena tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak kasus baru terungkap dalam otopsi, seperti yang terjadi di Birmingham.

Oleh karena itu, tim peneliti menekankan perlunya sistem klasifikasi medis yang lebih baik dan lebih rinci untuk kondisi ini. Pengakuan terhadap perbedaan klinis yang signifikan antara setiap kasus dianggap krusial untuk menentukan pendekatan penanganan yang paling tepat dan personal.

Pada akhirnya, laporan ini bukan sekadar tambahan data untuk literatur medis langka. Lebih dari itu, temuan ini membuka diskusi tentang betapa banyaknya variasi anatomi manusia yang mungkin tersembunyi, tidak terdeteksi, dan hidup berdampingan dengan pemiliknya tanpa pernah disadari, menantang pemahaman kita tentang apa yang dianggap "normal" dalam konstruksi tubuh manusia.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar