PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan optimisme terhadap peran Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang digagasnya dalam upaya rekonstruksi Gaza, Palestina, pasca konflik. Dalam wawancara eksklusif, Trump menegaskan lembaga tersebut akan berkolaborasi, bukan bersaing, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sementara itu, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesiapan negaranya untuk berkontribusi, termasuk dengan mengirimkan personel pasukan perdamaian.
Kolaborasi dengan PBB dan Rencana Rekonstruksi
Menyikapi kekhawatiran mengenai tumpang tindih kewenangan, Trump secara tegas menyatakan bahwa Dewan Perdamaian tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau menyaingi Dewan Keamanan PBB. Sebaliknya, kedua lembaga internasional itu diharapkan dapat bekerja bahu-membahu dalam misi kemanusiaan yang kompleks, khususnya membangun kembali infrastruktur di Gaza yang hancur akibat peperangan.
Dalam penjelasannya, Trump menggambarkan visi konkret untuk pemulihan fisik wilayah tersebut. "Saya ingin melihat bangunan-bangunan diperbaiki secara fisik, tidak terlihat rusak seperti itu. Kita tidak menyukai hal tersebut. Jadi, kita akan bekerja sama dengan PBB," ujarnya.
Ia juga menekankan komitmen untuk melibatkan sumber daya manusia yang mumpuni. "Kita akan menempatkan orang-orang yang sangat hebat, dan Anda pun sudah memiliki orang-orang yang sangat hebat di sana saat ini, tetapi kita akan menambahkan beberapa orang lagi ke dalamnya," lanjut Trump.
Komitmen dan Dukungan dari Indonesia
Dari sisi internasional, inisiatif ini mendapat dukungan nyata dari Indonesia. Presiden Prabowo Subianto, dalam pernyataannya, menegaskan kesiapan Indonesia untuk mendukung penuh kerja Dewan Perdamaian. Komitmen itu tidak hanya berupa dukungan diplomatik, tetapi juga kontribusi operasional di lapangan.
Prabowo menyatakan bahwa Indonesia bersedia mengerahkan ribuan personel tentara untuk bergabung dalam pasukan stabilisasi internasional yang akan bertugas di Semenanjung Gaza. Langkah ini dimaksudkan untuk menjaga momentum gencatan senjata yang telah dicapai.
"Pencapaian gencatan senjata ini adalah nyata. Kami siap mengerahkan pasukan untuk berpartisipasi aktif dalam pasukan stabilisasi internasional demi mewujudkan perdamaian ini," tegas Prabowo.
Meski menyadari tantangan yang berat di depan, sikap optimisme tetap diutarakan. "Kami sepenuhnya setuju dan kami berkomitmen penuh terhadap rencana ini, dan itulah alasan mengapa kami bergabung dengan Dewan Perdamaian. Kami berkomitmen terhadap keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak rintangan, akan ada banyak kesulitan, tetapi kami sangat optimis," ungkapnya menutup pernyataan.
Artikel Terkait
Fenerbahce Dibantai Nottingham Forest, Lille dengan Verdonk Juga Tumbang
Indonesia-Amankan Perdagangan Bebas Tarif dengan AS, 4 Juta Pekerja Tekstil Diuntungkan
Hutama Karya Buka Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 Mulai 20 Februari
IHSG Tertekan Sentimen Global, Lanjutkan Tren Pelemahan