Karina Ranau Sahur di Makam Suami, Tuai Pro-Kontra di Media Sosial

- Kamis, 19 Februari 2026 | 07:00 WIB
Karina Ranau Sahur di Makam Suami, Tuai Pro-Kontra di Media Sosial

PARADAPOS.COM – Aktris Karina Ranau mengawali bulan suci Ramadhan dengan cara yang tak biasa dan menuai perhatian luas. Pada hari pertama puasa, ia bersama anak dan beberapa karyawannya melakukan sahur di area pemakaman suaminya, almarhum Epy Kusnandar, di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Momen yang diabadikan dan dibagikan ke media sosial itu dengan cepat menjadi viral, memicu beragam tanggapan dari publik.

Momen Sahur Penuh Kenangan

Dalam video yang beredar, suasana malam di pemakaman tampak tenang. Karina dan rombongannya terlihat duduk di dekat pusara Epy Kusnandar, dengan foto hitam putih mendiang dalam bingkai sederhana terletak tak jauh dari mereka. Usai berdoa bersama, mereka pun menyantap hidangan sahur di tempat tersebut. Aksi ini bukan kali pertama Karina menunjukkan kedekatan emosionalnya di makam sang suami, yang meninggal dunia pada 3 Desember 2025 akibat stroke di batang otak.

Respons Publik yang Terbelah

Unggahan tersebut langsung memantik gelombang komentar pro dan kontra di dunia maya. Banyak warganet yang merasa bahwa sahur di kuburan adalah tindakan yang berlebihan dan kurang pantas untuk dijadikan konten publik, sementara yang lain memahami hal itu sebagai bentuk kerinduan yang mendalam.

Seorang netizen memberikan tanggapan kritis, "Teh, yang kayak gini gak dibenarkan, ya. Harusnya pak ustaz yang jelaskan. Lebih baik adakan pengajian ketimbang konten begini."

Komentar-komentar lain bahkan bernada sindiran, menyarankan agar Karina sekalian berbuka puasa dan ngabuburit di lokasi yang sama. Perdebatan sengit pun memenuhi kolom komentar unggahannya.

Pernyataan Tegas Karina Ranau

Menanggapi riuhnya tanggapan warganet, Karina justru memberikan peringatan tegas di kolom unggahannya sendiri. Ia tampak menyadari bahwa cara yang dipilihnya mungkin tidak sesuai untuk diteladani oleh banyak orang.

“Jangan ditiru, ya. Gak baik,” tulisnya singkat.

Dalam deskripsi videonya, aktris yang dikenal dengan peran-peran dramatisnya itu juga menjelaskan alasan di balik tindakannya. Ungkapan kerinduannya terdengar jelas dalam narasi yang disampaikan.

“Assalamualaikum, pih. Sahur pih. Bahagianya malam ini bisa sahur bareng papih,” ucapnya dengan penuh perasaan.

Ekspresi Duka yang Konsisten

Sejak kepergian Epy Kusnandar, Karina memang diketahui kerap berziarah dan mengenang berbagai momen penting di makam sang suami. Langkahnya untuk sahur di sana pada Ramadhan pertama tanpa pendamping hidupnya itu, meski menuai polemik, dilihat banyak pengamat sebagai bagian dari proses berduka yang sangat personal. Dalam tradisi dan keyakinan masyarakat Indonesia, ziarah kubur memang umum dilakukan, terutama menjelang atau selama bulan Ramadhan, meski aktivitas sahur di lokasi tersebut tergolong jarang dan tidak lazim.

Insiden ini kembali menyoroti bagaimana ekspresi kesedihan seorang publik figur, ketika dibagikan di ranah digital, dapat dengan mudah menjadi bahan perbincangan dan penilaian publik, menimbulkan dialektika antara norma sosial, privasi berduka, dan etika bermedia sosial.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar