Pemerintah Proyeksikan 144 Juta Pemudik ke Jatim pada Lebaran 2026

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:50 WIB
Pemerintah Proyeksikan 144 Juta Pemudik ke Jatim pada Lebaran 2026

PARADAPOS.COM - Pemerintah memproyeksikan arus mudik Lebaran 2026 ke Jawa Timur akan mencapai sekitar 144 juta orang, berdasarkan survei nasional terbaru. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan angka tersebut dalam rapat persiapan di Surabaya, Jumat (20/2/2026), bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Proyeksi ini berpotensi mengalami kenaikan, mengingat realisasi pemudik tahun sebelumnya yang melampaui survei. Untuk mengantisipasi lonjakan perjalanan ini, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan serangkaian skema, termasuk pembukaan posko dan rekayasa lalu lintas terpadu.

Proyeksi dan Antisipasi Lonjakan Pemudik

Angka 144 juta pemudik ke Jawa Timur bukanlah angka final. Dudy Purwagandhi mengingatkan bahwa survei serupa tahun lalu memprediksi 146 juta perjalanan, namun kenyataannya yang terjadi justru mencapai 154 juta. Fenomena ini menunjukkan dinamika dan keinginan kuat masyarakat untuk mudik yang kerap melampaui perkiraan awal. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan langkah-langkah dengan asumsi yang lebih tinggi.

"Kami melakukan survei, ada hampir 144 juta orang yang melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta," bebernya.

Skema Pengaturan Lalu Lintas Terpadu

Sebagai bentuk kesiapan, Posko Angkutan Lebaran akan diaktifkan dari 13 hingga 29 Maret 2026. Posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan dan koordinasi seluruh moda transportasi. Di sisi kebijakan, akan diterapkan pembatasan operasional untuk kendaraan barang berat, kecuali yang mengangkut kebutuhan pokok dan vital, sesuai Surat Keputusan Bersama lintas kementerian.

Rekayasa lalu lintas juga menjadi andalan. Kemenhub bersama Korlantas Polri akan menerapkan skema contraflow, sistem satu arah, dan aturan ganjil-genap di ruas tol yang rawan kemacetan. Koordinasi teknis ini akan dipandu secara terpusat untuk memastikan keseragaman dan efektivitas di seluruh Jawa.

"Jumlah itu akan dilakukan secara terpadu dipandu oleh Korlantas. Nanti setiap Polda yang ada di Jawa itu akan dilakukan oleh Korlantas," papar Dudy.

Kebijakan WFA dan Penyesuaian Hari Raya Nyepi

Upaya lain untuk meratakan kepadatan adalah penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Kebijakan ini telah mendapat persetujuan dari Presiden dan Kementerian PANRB, dan dijadwalkan untuk arus mudik pada 16-17 Maret serta arus balik pada 25-26 Maret.

"Kebijakan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak menumpuk pada tanggal-tanggal tertentu sehingga keselamatan dan kelancaran perjalanan lebih terjamin," ujarnya.

Pemerintah juga melakukan penyesuaian khusus menyambut Hari Raya Nyepi di Bali pada 19 Maret. Penyeberangan melalui Selat Bali dari Ketapang ke Gilimanuk akan dihentikan sementara. Sebagai gantinya, akan disiapkan sistem penundaan dan zona penyangga untuk mengatur antrean kendaraan.

"Kami akan informasikan kepada masyarakat terkait penutupan sementara pelabuhan agar bisa mengatur jadwal perjalanan," jelasnya.

Sinergi Lintas Sektor di Tingkat Daerah

Di tingkat provinsi, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya untuk menciptakan mudik yang aman dan lancar. Pemerintah Jawa Timur akan memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, dan semua pemangku kepentingan terkait. Koordinasi yang detail diharapkan dapat mencakup seluruh aspek, mulai dari jalan tol hingga transportasi publik.

"Kita membangun sinergi sedetail mungkin untuk memastikan angkutan Lebaran darat, laut, udara, kereta api maupun tol berjalan aman, lancar, selamat dan membahagiakan," pungkas Khofifah.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar