Saan Mustofa Tegaskan Safari Ramadan Bukan Seremonial, Apresiasi Peran Pesantren

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:50 WIB
Saan Mustofa Tegaskan Safari Ramadan Bukan Seremonial, Apresiasi Peran Pesantren

PARADAPOS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, memulai Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan mengunjungi sejumlah pondok pesantren di Jawa Barat. Dalam kunjungan pembuka di Ponpes Al Maghfirah, Bekasi, politikus senior Partai NasDem itu menegaskan komitmennya untuk mempererat hubungan dengan lembaga pendidikan Islam tradisional tersebut, yang dinilainya memiliki peran krusial dalam sejarah dan moral bangsa.

Lebih dari Sekadar Seremonial

Di hadapan para santri dan pengasuh pesantren, Saan Mustopa dengan tegas menyatakan bahwa rangkaian kunjungannya ini bukanlah aktivitas seremonial belaka. Ia melihat safari ini sebagai sebuah bentuk penghormatan yang mendalam. Baginya, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga institusi yang telah membuktikan kontribusinya dalam perjalanan panjang Indonesia.

Ia menilai pesantren, kiai, dan para santri memiliki kontribusi besar dalam proses kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, Partai NasDem hadir untuk memberikan penghargaan kepada pondok pesantren melalui silaturahmi sekaligus meneguhkan semangat perubahan.

Pesantren sebagai Benteng Moral di Era Digital

Agenda kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Annihayah di Karawang, yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati setempat beserta kader partai dari berbagai tingkatan. Di lokasi kedua ini, Saan kembali mengangkat tema pentingnya ketahanan moral generasi muda di tengah gempuran informasi digital.

Duduk bersila di tengah santriwan dan santriwati, ia menggambarkan pesantren sebagai benteng yang kokoh. Lembaga inilah, menurutnya, yang mampu membekali anak muda dengan filter untuk navigasi di dunia maya yang kerap dipenuhi konten ambigu.

"Pesantren hadir untuk memberikan pendidikan moral agar anak-anak kita bisa membedakan mana informasi yang layak dikonsumsi dan mana yang tidak," ujarnya.

Mencetak Generasi Emas untuk Perubahan

Lebih dari sekadar menjaga, Saan Mustopa menyimpan harapan yang besar. Ia mendorong agar para santri tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga pelaku perubahan. Visinya adalah lahirnya generasi emas dari lingkungan pesantren yang mampu membawa terobosan nyata bagi kemajuan Indonesia di masa depan.

Rencananya, Safari Ramadan ini akan berlangsung selama lima belas hari ke depan, menjangkau berbagai wilayah di Pulau Jawa. Program jangka panjang semacam ini menunjukkan pendekatan yang berkelanjutan, jauh melampaui logika kunjungan musiman. Tujuannya jelas: membangun dan memelihara sinergi yang kuat antara elemen politik nasional, akar rumput masyarakat, dan otoritas keagamaan di pesantren.

Dengan langkah sistematis ini, dukungan terhadap pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan berbangsa diharapkan dapat terus menguat, memastikan perannya dalam mencetak kader-kader bangsa yang unggul tetap terjaga dari generasi ke generasi.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar