PARADAPOS.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Selatan secara resmi memusnahkan 8.282 gram sabu dan 770 butir pil ekstasi di Polrestabes Palembang, Selasa (24 Februari 2026). Aksi tegas ini merupakan puncak dari serangkaian operasi pengungkapan jaringan narkoba yang digelar intensif dalam tiga bulan terakhir, sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di wilayah tersebut.
Komitmen Polda Sumsel dalam Pemberantasan Narkoba
Pemusnahan barang bukti dalam jumlah besar itu bukan sekadar ritual administratif, melainkan langkah simbolis dan strategis. Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, menegaskan bahwa operasi ini adalah bagian dari upaya sistematis untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan perkiraan kepolisian, jumlah narkoba yang dimusnahkan itu berpotensi menyelamatkan sekitar 66.000 jiwa dari jerat adiksi.
"Polda Sumsel berkomitmen untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," tegas Sandi Nugroho dalam keterangan resminya.
Ia melanjutkan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil jerih payah penyidik selama operasi masif periode November 2025 hingga Januari 2026. Operasi tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama setelah berhasil mengamankan dua warga negara asing asal Malaysia yang diduga menjadi bagian dari rantai distribusi lintas negara.
Modus Baru dan Jaringan Internasional
Yang patut diwaspadai, pengungkapan kasus ini juga membongkar modus peredaran narkotika jenis baru yang lebih terselubung. Aparat menemukan cartridge yang mengandung zat THC (kandungan aktif dalam ganja) dan etomidate (obat bius) sebagai alat edar. Temuan awal sebanyak 17 cartridge akhirnya berkembang menjadi 91 buah setelah dilakukan pengembangan penyidikan lebih lanjut.
Modus modern ini, ditambah dengan keterlibatan warga negara asing, menguatkan indikasi adanya jaringan narkotika berskala internasional yang mengincar Sumatra Selatan. Provinsi ini diduga tidak hanya dijadikan sebagai pasar, tetapi juga jalur transit untuk perdagangan gelap narkoba.
"Pola distribusi modern serta keterlibatan warga negara asing tersebut mengindikasikan adanya jaringan internasional yang mencoba menjadikan Sumatra Selatan sebagai jalur peredaran maupun pasar narkotika," ungkap Sandi.
Meski menghadapi jaringan yang terorganisir, kepolisian menyatakan tidak gentar. Seluruh barang bukti telah dimusnahkan setelah mendapatkan keputusan hukum tetap dari Kejaksaan, menunjukkan proses yang transparan dan sesuai prosedur.
Strategi Pengembangan dan Pengungkapan Jaringan
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, menekankan bahwa pekerjaan penyidik tidak berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Fokus utama justru pada pengembangan perkara hingga ke aktor intelektual atau pengendali utama jaringan, termasuk yang beroperasi dari luar negeri.
"Kami akan mengembangkan perkara hingga ke pengendali utama jaringan, termasuk yang berada di luar wilayah hukum Indonesia. Tidak ada toleransi bagi bandar maupun kurir,” tutur Sonny.
Untuk mendukung strategi itu, Polrestabes Palembang akan memperkuat patroli di dunia siber, meningkatkan pengawasan pada jalur distribusi konvensional, dan menggalang kolaborasi yang lebih erat dengan berbagai instansi terkait. Tujuannya jelas: mempersempit ruang gerak sindikat narkoba hingga ke akarnya.
Penghargaan dan Komitmen Berkelanjutan
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras personel di lapangan, tiga anggota Polrestabes Palembang yang terlibat langsung dalam pengungkapan kasus ini menerima penghargaan dari Walikota. Ketiganya adalah pejabat di Satuan Reserse Narkoba, mulai dari Kasat, KBO, hingga Kanit.
Kehadiran sejumlah pejabat tinggi seperti Direktur Reserse Narkoba dan Direktur Binmas Polda Sumsel dalam prosesi pemusnahan turut menggarisbawahi keseriusan institusi ini. Polda Sumsel memastikan bahwa perang melawan narkoba akan dilaksanakan secara profesional, terukur, dan berkelanjutan. Pemusnahan ribuan gram sabu dan ratusan ekstasi di Palembang adalah pesan tegas bahwa wilayah Sumatra Selatan bukan tempat yang aman bagi para bandar narkoba untuk beroperasi.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis di Tanjungpinang Beralih ke Paket Kering Selama Ramadan
Iran Tegaskan Tak Akan Serang Duluan, Tapi Siap Balas Setiap Agresi
Baznas DKI Gelar Layanan Penghapusan Tato Gratis, Antusias Warga Tinggi
Bulog Pastikan Stok Beras dan MinyaKita Aman Jelang Ramadhan-Lebaran 2026