PARADAPOS.COM - Bhayangkara FC meraih kemenangan besar di kandang sendiri dengan mengandaskan Semen Padang 4-0 dalam laga pekan ke-23 Liga 1 2025/2026, Selasa (25/2). Kemenangan ini mengangkat posisi The Guardians di klasemen sementara, sementara tim tamu semakin terpuruk di zona degradasi.
Dominasi Penuh Sejak Babak Pertama
Di hadapan pendukungnya, Bhayangkara langsung mengambil inisiatif menyerang. Tekanan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-27. Sebuah pelanggaran di kotak penalti berbuah hadiah titik putih, yang dengan tenang dieksekusi oleh Moussa Sidibe. Gol pembuka ini semakin memompa semangat tuan rumah.
Nasib buruk semakin menghampiri Semen Padang delapan menit berselang. Pemain tengah mereka, Boubakary Diarra, harus menerima kartu merah langsung dari wasit akibat pelanggaran keras. Kejadian ini menjadi titik balik krusial yang semakin mempersulit upaya tim tamu.
Memiliki keunggulan jumlah pemain, Bhayangkara menguasai permainan sepenuhnya. Meski menciptakan sejumlah peluang berbahaya, skor 1-0 bertahan hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Pesta Gol di Babak Kedua
Babak kedua baru berjalan lima menit, Bhayangkara kembali memperoleh penalti. Kali ini, Ryo Mutsumura yang tampil sebagai eksekutor. Tendangannya yang keras dan akurat tak bisa dihalau kiper, menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Tim asuhan pelatih Eduardo Almeida itu tak berhenti menekan. Hanya berselang tiga menit dari gol kedua, Sidibe kembali mengguncang gawang Semen Padang. Berawal dari serangan balik cepat, penyerang asal Mali itu menyelesaikan dengan sempurna, mencetak brace sekaligus memastikan kemenangan bagi tuan rumah.
Pesta gol Bhayangkara baru benar-benar berakhir pada menit ke-74. Bernard Doumbia melengkapi keunggulan dengan gol keempat, menutup pertandingan dengan skor telak 4-0. Sorak-sorai penonton memenuhi stadion, merayakan performa gemilang tim kesayangan mereka.
Dampak di Klasemen Liga 1
Kemenangan tiga poin ini berdampak signifikan pada papan klasemen. Bhayangkara FC berhasil melompat ke posisi kelima dengan mengumpulkan 35 poin dari 23 pertandingan. Hasil ini menjaga asa mereka untuk bersaing di papan atas.
Di sisi lain, kekalahan ini semakin memperburuk situasi Semen Padang. Terjebak di dasar klasemen pada posisi ke-17 dengan 23 poin, jalan mereka untuk bertahan di Liga 1 musim depan semakin terjal. Tantangan berat menanti di sisa pertandingan.
Analisis dari para pengamat sepak bola menilai, kemenangan ini menunjukkan kedalaman skuad Bhayangkara dan kemampuan tim untuk memanfaatkan keunggulan numerik dengan efektif. Sementara bagi Semen Padang, evaluasi menyeluruh dibutuhkan, terutama dalam hal disiplin dan ketahanan mental, untuk bisa bangkit dari keterpurukan.
Artikel Terkait
PU Genjot Perbaikan Bendungan Pante Lhong Aceh, Target Selesai Awal Maret
Gubernur Papua Barat Daya Serahkan Tiga Puskesmas Keliling Air untuk Raja Ampat dan Sorong Selatan
Pelatnas Bulutangkis Berangkat Lebih Awal untuk Aklimatisasi Jelang All England 2026
Presiden Jokowi Tiba di Yordania, Dijadwalkan Bertemu Raja Abdullah II