Ayah Tewas Dikeroyok Saat Hajatan Pernikahan Anak di Purwakarta

- Senin, 06 April 2026 | 09:00 WIB
Ayah Tewas Dikeroyok Saat Hajatan Pernikahan Anak di Purwakarta

PARADAPOS.COM - Seorang ayah yang tengah berbahagia menggelar pesta pernikahan anaknya justru tewas setelah dikeroyok sejumlah orang di Purwakarta, Jawa Barat. Dadang (58) akhirnya dimakamkan di TPU Kampung Cijelar, Desa Depok, Kecamatan Darangdan, pada Minggu (5/4/2026) sore, dalam suasana duka yang mendalam. Peristiwa memilukan ini bermula dari kedatangan segerombolan pria yang meminta uang di lokasi hajatan di Kampung Cikumpay PTPN, Sabtu (4/4/2026) lalu, dan berakhir dengan penganiayaan fatal setelah permintaan mereka ditolak.

Suasana Haru Warnai Pemakaman

Kesedihan yang mendalam terasa jelas di pemakaman tersebut. Prosesi pelepasan jenazah diwarnai isak tangis keluarga dan kerabat dekat. Duka yang menyesakkan dada bahkan membuat salah seorang anggota keluarga hampir tak mampu berdiri, nyaris pingsan di tepi liang lahat. Momen yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan sebuah keluarga, berubah menjadi tragedi yang menyisakan luka dan pertanyaan besar.

Kronologi Singkat Tragedi

Berdasarkan informasi yang berkembang, insiden berawal ketika sekelompok pria mendatangi hajatan pernikahan anak Dadang. Mereka kemudian meminta sejumlah uang kepada tuan rumah. Penolakan tegas dari Dadang rupanya memicu kemarahan para pelaku. Situasi pun memanas dengan cepat dan eskalasi kekerasan tidak terelakkan. Dadang menjadi sasaran pengeroyokan brutal yang mengakibatkan luka serius dan akhirnya merenggut nyawanya.

Harapan Keluarga untuk Keadilan

Di tengah kepedihan yang mereka tanggung, keluarga korban menyampaikan harapan agar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Sepupu almarhum, Asep Rabani, mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan selama proses pemakaman.

"Kami serahkan semuanya kepada pihak berwenang. Harapan kami tentu pelakunya bisa segera tertangkap dan kasus ini ditangani dengan baik," tuturnya.

Meski berusaha menerima takdir, keluarga tetap berharap tragedi serupa tidak terulang di masa depan. Mereka mengajak semua pihak mengambil hikmah dari peristiwa nahas ini.

"Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Ini adalah takdir Allah, meski melalui perantara (kejadian) seperti ini," ungkap Asep Rabani dengan suara bergetar.

Penyelidikan Polisi Berlanjut

Kapolsek Campaka, AKP Firman, yang hadir memberikan penghormatan terakhir, turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Dalam pernyataannya, dia memastikan bahwa aparat kepolisian sedang bekerja keras mengusut tuntas kasus ini.

"Kami berharap pelaku bisa segera diungkap dan ditangkap oleh Satreskrim Polres Purwakarta. Untuk hasil autopsi, saat ini kami masih menunggu keterangan resmi," jelasnya.

Hingga saat ini, penyelidikan intensif masih terus dilakukan. Tim penyidik juga menanti hasil pemeriksaan visum et repertum untuk melengkapi alat bukti dan memperjelas motif serta kronologi pasti kejadian. Tragedi yang menyentuh hati banyak orang ini kini menjadi ujian bagi penegakan hukum setempat, dengan satu harapan bersama: keadilan harus ditegakkan untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar