PARADAPOS.COM - PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi menjalin kemitraan strategis dengan Muhammadiyah, organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia. Kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Tangerang, Selasa (24/2/2026) ini, bertujuan untuk mempercepat inklusi keuangan syariah dengan mengelola likuiditas di ribuan amal usaha organisasi tersebut. Langkah ini diambil BSN untuk mendorong pertumbuhan pangsa pasar perbankan syariah yang dinilai masih stagnan di angka 7-8 persen.
Strategi Penetrasi ke Ekosistem Matang
Alih-alih hanya menunggu pertumbuhan pasar, BSN memilih strategi ofensif dengan masuk langsung ke dalam ekosistem ekonomi yang sudah solid. Kemitraan dengan Muhammadiyah membuka akses ke jaringan yang sangat luas, mencakup sektor pendidikan, kesehatan, dan usaha mikro ribuan anggotanya. Bank ini akan berperan sebagai penyedia solusi manajemen kas digital, menangani segala kebutuhan transaksi seperti payroll, virtual account, dan integrasi QRIS untuk ratusan universitas dan rumah sakit di bawah naungan Muhammadiyah.
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk aksi nyata. Menurutnya, kerja sama dengan organisasi yang memiliki legitimasi dan jejaring kuat seperti Muhammadiyah merupakan momentum krusial untuk membangun kepercayaan masyarakat.
"Kami tidak lagi menunggu pasar, melainkan masuk ke ekosistem yang sudah matang. Muhammadiyah memiliki legitimasi dan jejaring ekonomi yang luar biasa. Ini adalah momentum bagi BSN untuk hadir sebagai mitra utama dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui layanan yang nyata," tuturnya di Tangerang, Rabu (25/2/2026).
Targetkan Jutaan Anggota Langsung
Strategi BSN tidak berhenti pada level institusi. Untuk menjangkau basis massa secara personal, bank juga meluncurkan kartu debit co-branding Muhammadiyah-BSN. Seluruh ekosistem layanan ini nantinya akan terintegrasi dalam satu platform digital, aplikasi Bale Syariah by BSN, yang memungkinkan akses mudah ke berbagai produk seperti pembiayaan perumahan syariah hingga investasi emas secara cicilan.
Ekspansi masif ini dilandasi fundamental perusahaan yang semakin kuat pasca-transformasi. Hasil akuisisi dan konsolidasi yang dilakukan sebelumnya telah mengantarkan BSN pada posisi yang lebih solid, dengan total aset mencapai Rp72,9 triliun per akhir Desember 2025, didukung oleh 118 outlet di seluruh Indonesia.
Dampak dan Komitmen Jangka Panjang
BSN optimistis kolaborasi ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK). Alex Sofjan Noor juga menyoroti perbandingan dengan perkembangan pasar syariah di negara tetangga sebagai pendorong semangat.
"Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. Kami berkomitmen memberikan manfaat finansial yang berkelanjutan bagi keluarga besar Muhammadiyah melalui program yang terukur," tegas Alex.
Di sisi lain, Muhammadiyah melihat kemitraan ini sebagai bagian dari peran strategisnya dalam memperkuat pondasi ekonomi syariah nasional. Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa organisasinya terus berupaya mengembangkan ekosistem syariah yang mandiri.
"Selain memiliki amal usaha dan ratusan ribu pegawai yang ada di amal usaha, tentunya Muhammadiyah harus memiliki peran yang strategis dalam penguatan ekonomi syariah di tanah air. Tentu diantaranya melakukan berbagai bentuk pembiayaan untuk penguatan revitalisasi amal usaha Muhammadiyah," jelas Hilman.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani pengadaan perumahan, baik bersubsidi maupun non-subsidi, bagi para pegawai, karyawan, dan aktivis Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Langkah ini menunjukkan bahwa kerja sama dengan BSN dirancang untuk memberikan dampak riil yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga persyarikatan.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan UBS dan Galeri24 Naik Signifikan pada Rabu Pagi
Kerangka Manusia Ditemukan di Bantaran Sungai Musi, Polisi Lakukan Identifikasi
KPK Absen di Sidang Praperadilan Yaqut, Sampaikan Alasan Bentrok Jadwal
Harga Emas Antam di Pegadaian Stabil pada 25 Februari 2026