Kerangka Manusia Ditemukan di Bantaran Sungai Musi, Polisi Lakukan Identifikasi

- Rabu, 25 Februari 2026 | 01:00 WIB
Kerangka Manusia Ditemukan di Bantaran Sungai Musi, Polisi Lakukan Identifikasi

PARADAPOS.COM - Kepolisian Daerah Sumatra Selatan tengah menyelidiki penemuan kerangka manusia tanpa identitas di bantaran Sungai Musi, Kabupaten Banyuasin. Kerangka yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh pada Senin (23/2/2026) itu kini menjalani proses identifikasi intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Ditemukan Sopir Saat Hendak Mandi

Lokasi penemuan berada di area dermaga PT Sinar Alam Permai, Desa Mariana. Kronologi kejadian berawal dari seorang sopir pengangkut padi yang hendak membersihkan diri di sungai. Saat itulah, ia melihat sesosok jenazah terdampar dan segera melaporkan temuannya kepada petugas keamanan setempat.

Kabar tersebut kemudian disampaikan ke Kapal Polisi V-1034 Muara Kumbang milik Ditpolairud Polda Sumsel. Tim gabungan dari kepolisian dan Basarnas Palembang pun bergerak cepat untuk melakukan evakuasi.

Kondisi Kerangka dan Ciri-ciri Pakaian

Di lokasi kejadian, petugas menemukan kondisi yang memprihatinkan. Kerangka tersebut sudah tidak utuh lagi, hanya tersisa bagian tubuh dari pinggang hingga kaki. Meski demikian, petugas masih dapat mencatat ciri-ciri pakaian yang tersisa, yang mungkin menjadi kunci identitas.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mukmin Wijaya, menjelaskan, "Kerangka manusia tersebut telah dievakuasi ke Markas Komando Ditpolairud. Setelah berkoordinasi dengan Subdit Gakkum, kerangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani visum et repertum (VER) guna kepentingan identifikasi."

Proses Lanjutan dan Imbauan ke Masyarakat

Penyelidikan kini berfokus pada upaya mengenali korban. Ciri pakaian yang dicatat, yakni celana jins biru dan celana penduk berwarna merah, diharapkan dapat menjadi petunjuk. Pihak kepolisian pun telah mengeluarkan imbauan publik.

Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan deskripsi serupa diminta untuk segera melapor. "Kami meminta bantuan masyarakat untuk menghubungi Ditpolairud Polda Sumsel atau mendatangi RS Bhayangkara Palembang," tutur Nandang, menekankan bahwa informasi dari warga sangat krusial untuk mempercepat proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar