PARADAPOS.COM - Mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, meninggal dunia pada Rabu, 25 Februari 2026, di Jakarta. Tokoh berpengaruh yang memimpin Sumsel selama dua periode itu wafat di Rumah Sakit Siloam pada pukul 13.30 WIB dalam usia 75 tahun. Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga, yang kini mempersiapkan pemulangan jenazah almarhum ke Palembang.
Kabar Duka dan Pernyataan Resmi Keluarga
Kepergian Alex Noerdin disampaikan secara resmi oleh juru bicara keluarga, Okta Alfarisi. Dalam pernyataannya yang singkat namun penuh duka, Okta mengonfirmasi tempat dan waktu berpulangnya sang mantan gubernur.
"Innalilahi wainnailaihi rojiun, telah meninggal dunia Bapak Alex Noerdin pada pukul 13.30 WIB di RS Siloam Jakarta," tuturnya.
Suasana duka tengah menyelimuti keluarga besar, sementara proses administrasi medis dan persiapan kepulangan jenazah segera dilakukan. Rencananya, almarhum akan dibawa kembali ke tanah kelahirannya di Palembang untuk dimakamkan.
Proses Pemulangan Jenazah ke Palembang
Koordinasi intensif tengah berlangsung untuk memastikan proses pemulangan jenazah dari Jakarta ke Palembang berjalan lancar. Pihak keluarga masih menuntaskan sejumlah persiapan logistik dan administratif sebelum dapat memastikan detail terakhir prosesi pemakaman.
Mengenai lokasi peristirahatan terakhir, Okta Alfarisi menyatakan bahwa informasi pasti akan diberikan kepada publik setelah semua persiapan final.
"Saat ini kami sedang mengurus kepulangan jenazah almarhum ke Palembang dan dikabarkan di mana akan dikebumikannya," tambahnya.
Warisan Sang Arsitek Pembangunan Sumsel
Alex Noerdin, yang lahir di Palembang pada 9 September 1950, meninggalkan jejak yang dalam dalam peta pembangunan regional. Karier politiknya yang moncer dimulai dari kursi Bupati Musi Banyuasin periode 2001-2007, di mana ia meletakkan fondasi program sosial seperti sekolah dan berobat gratis yang menjadi ciri khasnya.
Reputasi itu mengantarnya memimpin Sumatera Selatan sebagai gubernur selama satu dekade penuh, dari 2008 hingga 2018. Masa kepemimpinannya sering dikenang sebagai era transformasi, di mana Sumsel berhasil menempatkan diri sebagai tuan rumah event olahraga bergengsi seperti SEA Games 2011 dan Asian Games 2018, dengan kompleks Jakabaring sebagai episentrumnya.
Tak hanya berkutat di daerah, pria yang dikenal tegas ini juga pernah mencoba peruntungan di politik ibu kota dengan maju dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Usai masa jabatannya berakhir, dedikasinya pada bangsa dilanjutkan di Senayan sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Golkar (2019-2024), bahkan sempat memimpin Komisi VII yang membidangi energi dan sumber daya mineral.
Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak kalangan yang menyaksikan kontribusi nyatanya dalam membentuk wajah Sumatera Selatan modern.
Artikel Terkait
Peneliti Soroti Potensi Beban Impor Mahal dalam Kesepakatan Dagang Indonesia-AS
Menko PMK Terima Hasil Audit BPK, Siap Jalani Pemeriksaan Laporan Keuangan 2025
Rupiah Menguat ke Rp16.800 per USD Didorong Sentimen Diplomasi Global
Polisi Tangkap Pelaku Pelemparan Molotov di Banjarmasin, Motif Diduga Balas Dendam Pascaperceraian