PARADAPOS.COM - Mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, meninggal dunia pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 13.30 WIB di RS Siloam Jakarta. Kepergian politisi senior Partai Golkar yang memimpin Sumsel selama dua periode itu disampaikan langsung oleh juru bicara keluarganya, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif. Berbagai kalimat duka dan penghormatan pun mengalir dari rekan separtai, mengingat kontribusi panjang almarhum di dunia politik dan pemerintahan.
Duka dari Keluarga Besar Partai
Kabar duka tersebut langsung dibenarkan oleh juru bicara keluarga, Okta Alfarisi. Dalam pernyataannya yang singkat namun penuh rasa kehilangan, Okta mengonfirmasi waktu dan tempat berpulangnya Alex Noerdin.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah berpulang Bapak Alex Noerdin pukul 13.30 WIB di RS Siloam Jakarta. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat," ungkapnya.
Rekam Jejak Panjang di Golkar dan Sumsel
Menyusul konfirmasi tersebut, duka mendalam juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily. Ia menggambarkan Alex Noerdin sebagai salah satu kader terbaik partai yang telah memberikan kontribusi besar.
"Kami keluarga besar Partai Golkar merasa kehilangan atas wafatnya almarhum. Beliau adalah kader terbaik yang telah banyak berkontribusi untuk partai dan masyarakat. Semoga almarhum husnulkhatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," tutur Ace dalam keterangan tertulisnya.
Rekam jejak almarhum di Partai Golkar memang sangat panjang. Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan dan anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Golkar, sebelum akhirnya memimpin Provinsi Sumatera Selatan selama dua periode berturut-turut.
Dedikasi yang Dikenang
Ace Hasan Syadzily lebih lanjut menekankan besarnya dedikasi Alex Noerdin, baik untuk pembangunan daerah maupun untuk penguatan partai. Menurutnya, pengabdian itu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah organisasi.
"Dedikasi beliau terhadap pembangunan Sumatera Selatan dan penguatan Partai Golkar sangat besar. Pengabdian itu akan selalu menjadi bagian dari sejarah perjalanan partai," lanjutnya.
Proses perawatan kesehatan Alex Noerdin sebelum wafat juga sempat menjadi perhatian. Kondisi kesehatannya yang menurun sebelumnya telah membuatnya dirawat di Palembang, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk penanganan lebih intensif.
Kepergian Tokoh Senior
Kepergian Alex Noerdin tentu meninggalkan duka yang dalam, khususnya bagi masyarakat Sumatera Selatan yang merasakan kepemimpinannya dan bagi keluarga besar Partai Golkar yang kehilangan salah satu tokoh seniornya. Kiprah panjangnya dalam dinamika politik nasional, terutama dari kendaraan politik Golkar, telah menorehkan catatan tersendiri yang akan terus dikenang.
Artikel Terkait
Peneliti Soroti Potensi Beban Impor Mahal dalam Kesepakatan Dagang Indonesia-AS
Menko PMK Terima Hasil Audit BPK, Siap Jalani Pemeriksaan Laporan Keuangan 2025
Rupiah Menguat ke Rp16.800 per USD Didorong Sentimen Diplomasi Global
Polisi Tangkap Pelaku Pelemparan Molotov di Banjarmasin, Motif Diduga Balas Dendam Pascaperceraian