IRGC Peringatkan Musuh Tak Akan Aman Lagi Usai Serangan yang Tewaskan Khamenei

- Selasa, 03 Maret 2026 | 00:00 WIB
IRGC Peringatkan Musuh Tak Akan Aman Lagi Usai Serangan yang Tewaskan Khamenei

PARADAPOS.COM - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada musuh-musuhnya, menyatakan mereka tidak akan lagi merasa aman "bahkan di rumah mereka sendiri". Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Serangan tersebut memicu ketegangan baru di kawasan, dengan IRGC menegaskan komitmennya untuk terus melawan Israel.

Peringatan Keras di Tengah Duka Nasional

Dalam suasana berkabung nasional, IRGC menyampaikan pesan yang sarat ancaman. Lembaga militer elite itu secara terbuka menyatakan bahwa masa-masa tenang bagi pihak yang dianggap musuh telah berakhir. Pernyataan ini tidak hanya ditujukan sebagai bentuk solidaritas, tetapi juga sebagai sinyal peringatan tentang potensi pembalasan di masa depan.

"Musuh harus tahu bahwa hari-hari bahagia mereka telah berakhir dan mereka tidak akan lagi aman di mana pun di dunia, bahkan di rumah mereka sendiri," tegas IRGC dalam pernyataan resminya, Selasa (3/3/2026).

Dampak Serangan Gabungan AS-Israel

Pemicu langsung dari pernyataan bernada tinggi ini adalah serangan militer skala besar pada Sabtu, 28 Februari. Operasi gabungan yang menargetkan lokasi-lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran, itu dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan menimbulkan korban di kalangan sipil. Yang paling mengguncang adalah konfirmasi otoritas Iran pada hari Minggu berikutnya tentang gugurnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan tersebut, bersama dengan beberapa pejabat senior pemerintahan dan militer.

Kejadian ini menandai titik eskalasi baru dalam konflik yang telah lama berlangsung di kawasan Timur Tengah, mengubah lanskap geopolitik secara dramatis dalam hitungan hari.

Klaim Korban dan Serangan Balasan Iran

Sebelum pernyataan terbarunya, IRGC telah mengklaim keberhasilan serangan balasan terhadap kepentingan Amerika Serikat. Korps Garda Revolusi menyebutkan bahwa serangan mereka ke berbagai pangkalan AS di wilayah Timur Tengah telah mengakibatkan korban jiwa yang tidak sedikit di pihak Amerika.

"Pangkalan militer AS di Bahrain diserang oleh dua rudal balistik, dan pangkalan-pangkalan lain juga digempur serangan tanpa henti, yang sejauh ini mengakibatkan 560 tentara Amerika tewas atau luka-luka," ungkap juru bicara IRGC.

Klaim ini, meski belum dapat dikonfirmasi secara independen, menunjukkan intensitas pertukaran serangan yang terjadi dan upaya Iran untuk menunjukkan kekuatan serta kemampuan membalas dendam. Dalam konteks ini, pernyataan IRGC tentang ketidakamanan musuh semakin mempertegas nada konfrontatif yang diambil Tehran pasca-tragedi yang menimpa pimpinannya.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar