Pemprov NTB Pastikan PMI dan Jemaah Umrah di Timur Tengah dalam Kondisi Aman

- Selasa, 03 Maret 2026 | 04:50 WIB
Pemprov NTB Pastikan PMI dan Jemaah Umrah di Timur Tengah dalam Kondisi Aman

PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan seluruh pekerja migran dan jemaah umrah asal daerahnya yang berada di kawasan Timur Tengah dalam kondisi aman. Pernyataan ini disampaikan menyusul situasi geopolitik yang berkembang di wilayah tersebut. Pemantauan intensif dilakukan oleh perwakilan Indonesia di negara-negara penempatan untuk memastikan keselamatan warga.

Koordinasi Ketat untuk Pastikan Keselamatan PMI

Berdasarkan data resmi Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), terdapat 155 pekerja migran asal NTB di kawasan Timur Tengah, yang terdiri dari 86 laki-laki dan 69 perempuan. Mereka tersebar di berbagai kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menjelaskan bahwa koordinasi berjalan lancar dengan instansi terkait. Ia menyampaikan bahwa laporan terkini menunjukkan kondisi yang baik.

"Berdasarkan koordinasi terakhir Disnakertrans NTB dengan BP2MI, seluruhnya dilaporkan dalam kondisi baik dan tidak berada pada zona terdampak langsung konflik. Mereka terus dipantau oleh KBRI dan KJRI sesuai wilayah penempatan," jelas Ahsanul Khalik di Mataram, Selasa (3 Maret 2026).

Pemantauan terhadap Jemaah Umrah

Tidak hanya pekerja migran, perhatian pemerintah daerah juga tertuju pada ribuan jemaah umrah asal NTB yang sedang berada di Tanah Suci. Data Kementerian Haji dan Umroh NTB per 2 Maret 2026 mencatat sebanyak 1.415 orang telah diberangkatkan sejak 19 Februari 2026 melalui Bandara Lombok.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 orang telah kembali ke tanah air. Sementara itu, 1.372 jemaah lainnya masih berada di Arab Saudi dan dilaporkan aman serta sedang menjalankan rangkaian ibadah. Kepulangan mereka dijadwalkan mulai 7 Maret 2026, sesuai durasi program umrah yang umumnya berlangsung 9 hingga 12 hari.

Ahsanul Khalik turut menyampaikan harapan untuk kelancaran proses kepulangan mereka. "Kita doakan kepulangan jamaah umrah ini pada saatnya nanti lancar dan tidak terkendala," ujarnya.

Kesiapan Menghadapi Perkembangan Situasi

Pemerintah Provinsi NTB mengaku telah menyiapkan mekanisme respons cepat dan koordinasi yang solid dengan pemerintah pusat serta perwakilan di luar negeri. Langkah ini disiapkan sebagai antisipasi jika terjadi perkembangan situasi yang memerlukan tindakan perlindungan lebih lanjut bagi warga NTB.

Di tengah arus informasi yang beredar, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan bersikap kritis. Khalik menegaskan pentingnya merujuk pada sumber-sumber informasi resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Pemerintah Provinsi NTB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi," pungkasnya menutup pernyataan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar