Operasi Gabungan Amankan Pak Ogah Pemicu Macet di Flyover Latumenten

- Selasa, 03 Maret 2026 | 12:25 WIB
Operasi Gabungan Amankan Pak Ogah Pemicu Macet di Flyover Latumenten

PARADAPOS.COM - Praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh pengatur lalu lintas liar atau "Pak Ogah" di sekitar proyek flyover Jalan Prof. Dr. Latumeten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, kembali memicu keluhan. Aksi mereka yang kerap menahan kendaraan diduga memperparah kemacetan di titik yang sudah padat. Menanggapi laporan warga yang viral, aparat gabungan setempat akhirnya turun tangan melakukan operasi penertiban.

Laporan Masyarakat dan Dampak di Lapangan

Keluhan warga soal aksi para Pak Ogah ini sampai ke meja anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth. Ia mengaku menerima laporan langsung dari masyarakat yang merasa direpotkan. Menurut pengamatannya di lokasi, modus operandi yang terjadi cukup meresahkan. Para pengatur liar itu dikabarkan secara sengaja menahan kendaraan yang enggan memberi uang, sehingga menciptakan antrean panjang di tengah arus lalu lintas yang sudah tersendat karena proyek pembangunan.

Kenneth menjelaskan dengan rinci situasi yang ia saksikan. "Pak Ogah ini kalau enggak dikasih uang, dia nahan-nahan mobil. Jadi orang enggak boleh lewat, jadi panjang tuh (macetnya). Kalau yang dari lurus enggak ngasih uang, ditahan tuh sampai gang kosong baru boleh jalan, jadi enggak habis-habis macetnya," ungkapnya di lokasi, Selasa (3/3/2026).

Ia menekankan bahwa gangguan sekecil apa pun, di titik rawan macet, dampaknya bisa berlipat ganda. "Ini sangat mengganggu, karena hitungan detik saja kendaraan berhenti, ini bisa menimbulkan kemacetan yang luar biasa panjangnya," tegas Kenneth.

Operasi Gabungan dan Penertiban

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota setempat mengerahkan sekitar 100 personel gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Sosial. Operasi penertiban Penyelenggaraan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) ini digelar di tujuh kelurahan, menyusul laporan yang beredar luas di media sosial.

Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya, mengonfirmasi bahwa titik-titik rawan telah dipetakan. "Kami tahu sempat minggu kemarin viral terkait dengan banyaknya Pak Ogah ataupun PPKS di wilayah kita yang melaksanakan pungli ataupun pemaksaan-pemaksaan kepada warga yang melintas," jelasnya saat memimpin apel pasukan.

Ia menambahkan, "Titik-titik utamanya kami sudah petakan, ada di Latumenten, ada di Tubagus Angke, maupun di Daan Mogot. Itu menjadi titik fokus kita."

Hasil dari operasi tersebut, delapan orang yang masuk kategori PPKS berhasil diamankan. Mereka rencananya akan dibina di panti sosial milik Dinas Sosial DKI Jakarta.

Pandangan Lebih Luas dan Rencana Penataan

Dalam kesempatan yang sama, Kenneth juga menyoroti persoalan urbanisasi yang kerap menjadi akar masalah sosial di ibu kota. Ia berpendapat bahwa para pendatang sebaiknya memiliki bekal keterampilan yang memadai.

"Semua boleh datang untuk mengadu nasib di Jakarta, tapi tentunya harus mempunyai skill. Jangan cuma bawa badan, enggak punya kemampuan apa-apa, ujung-ujungnya kan di Jakarta malah nyusahin, meresahkan orang," ujarnya.

Ke depan, penertiban tidak hanya akan berfokus pada Pak Ogah, tetapi juga menyasar tunawisma yang menghuni kolong jembatan. Kenneth mendorong agar warga ber-KTP DKI yang tinggal di sana dapat direlokasi ke rumah susun. Sementara itu, ruang kolong jembatan itu sendiri direncanakan akan ditata ulang menjadi ruang publik yang bermanfaat.

"Nanti juga kan mungkin kolong jembatan Latumenten ini kalau sudah jadi mau dibikin lapangan skateboard, dibikin taman, mungkin sarana olahraga yang lain kayak mini soccer dan lain-lain," tutupnya mengenai rencana penataan tersebut.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar