PARADAPOS.COM - Pasar saham domestik kembali dibayangi tekanan pada perdagangan Rabu (4/3/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 43,39 poin (0,55%) ke level 7.896,38, diikuti oleh indeks LQ45 yang turun 3,29 poin (0,41%) ke posisi 802,31. Pelemahan ini terjadi seiring dengan sikap hati-hati investor yang terus memantau eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasar keuangan global.
Analis Proyeksikan Pelemahan Terbatas
Menurut pengamatan para analis, sentimen global masih mendominasi dan berpotensi menahan laju penguatan IHSG dalam sesi ini. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, memproyeksikan indeks masih berpeluang bergerak melemah, meski dalam batasan tertentu.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.860- 8.150,” jelas Nico, seperti dikutip dari Antara.
Kebijakan AS di Selat Hormuz Coba Redam Kekhawatiran
Di tengah ketegangan, muncul upaya untuk meredam gejolak pasar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan pemberian jaminan asuransi hingga pengawalan angkatan laut bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Langkah strategis ini bertujuan mencegah gangguan pasokan energi global yang dapat memicu krisis dan lonjakan inflasi.
Meski demikian, langkah tersebut tampaknya belum sepenuhnya meredakan kecemasan pelaku pasar. Situasi di lapangan dinilai masih terlalu rentan untuk memicu optimisme.
“Perang masih masih berlanjut, dan menurut kami pelaku pasar dan investor masih memiliki perspektif negatif terhadap hal tersebut, sehingga masih mendorong pasar saham dan obligasi global mengalami penurunan,” ungkap Nico menambahkan.
Rentang Teknikal Jadi Patokan Investor
Dengan kondisi yang masih diliputi ketidakpastian, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan terbatas. Level support di 7.860 dan resistance di 8.150 menjadi area kunci yang dipantau ketat oleh investor untuk mengambil posisi. Dalam situasi seperti ini, kehati-hatian dan pemantauan terhadap perkembangan berita dari kancah geopolitik menjadi faktor penentu utama dalam pengambilan keputusan investasi jangka pendek.
Artikel Terkait
OJK Catat Pembiayaan Paylater Tembus Rp12,18 Triliun, NPF Terkendali
Wardatina Mawa Gugat Cerai Insanul Fahmi, Perjuangkan Hak Asuh Anak
Pemerintah Buka Impor Bioetanol AS untuk Penuhi Kekurangan Pasokan Domestik
Qatar Bantah Keterlibatan dalam Serangan Ofensif ke Iran